' KPK Telusuri Aliran Dana Proyek Hambalang - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » KPK Telusuri Aliran Dana Proyek Hambalang

KPK Telusuri Aliran Dana Proyek Hambalang

Written By dodi on Thursday, October 4, 2012 | 7:00 AM

KAB.BOGOR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memulai proses penyelidikan kasus yang merupakan pengembangan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Sekolah Olahraga Nasional (SON) Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Kasus lain yang digarap KPK terkait Hambalang ini dikabarkan mengarah pada dana proyek senilai Rp 2,5 triliun yang mengalir ke arena kongres Partai Demokrat di Bandung, 2010 lalu.

Setelah beberapa petinggi Partai Demokrat diperiksa KPK pada Selasa (2/10) lalu, giliran Neneng Sri Wahyuni--istri mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat, M Nazaruddin--yang diperiksa sebagai saksi, Rabu (3/10). Neneng diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi terkait penyelidikan kasus pada proyek tersebut. "Ibu Neneng itu bukan di penyidikan tapi di penyelidikan Hambalang. Untuk dimintai keterangan berkaitan dengan proses penyelidikan Hambalang," kata Jubir KPK Johan Budi S.P kepada wartawan.

Johan pun membenarkan jika pihaknya tengah getol melakukan pemeriksaan terkait penyelidikan Hambalang. Termasuk, kata Johan, kemarin pihaknya juga telah memeriksa Ketua DPP Demokrat, Umar Arsal serta dua staf sekretariat kantor DPP Demokrat yang bernama Nuril Anwar dan Eva Ompita. Bahkan dalam waktu beberapa waktu ke depan, kata Johan, pihaknya masih menggarap sejumlah saksi untuk penyelidikan kasus itu. Sayangnya, Johan tak menjelaskan siapa-siapa saja saksi yang akan mendapat giliran digarap penyidik KPK.

Kendati demikian, Johan mengatakan, pihak-pihak yang akan diperiksa salah satunya merupakan pihak-pihak yang dianggap mengetahui soal Kongres Partai Demokrat. Namun, dia tak dapat menjelaskan lebih lanjut, sebab kasus ini tengah bergulir ditahap penyelidikan dan bersifat rahasia. "Besok masih ada di antaranya mengenai aliran dana kepada siapa saja," tandas Johan.

Sementara terkait dengan Umar Arsal, namanya pernah disebut dalam persidangan kasus  kasus suap wisma atlet SEA Games dengan terdakwa M Nazaruddin yang saat itu menghadirkan saksi mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Minahasa Tenggara Partai Demokrat Diana Maringka. Diana mengaku dapat uang 7.000 dolar AS, Rp 100 juta, dan Rp 30 juta dalam beberapa tahap saat kongres Partai Demokrat berlangsung.

Menurut Diana uang diterimanya dari Umar Arsal yang menjadi tim sukses Anas Urbaningrum. Sedang Nuril merupakan mantan Staf Khusus M Nazaruddin. Nuril yang pernah diperiksa beberapa waktu lalu membeberkan, dana kongres tersebut merupakan dana yang dikumpulkan secara kolektif dari tim-tim dan simpatisan yang simpatik kepada Anas Urbaningrum.

Nuril juga mengaku sempat ditanyai soal perkenalannya dengan Mahfud Suroso. Mahfud diduga orang kepercayaan Anas Urbaningrum, sekaligus Direktur Dutasari Citralaras, perusahaan yang diduga dimiliki oleh istri Anas, Athiyyah Laila. Sedangkan Eva merupakan staf pada Sekretrian Partai Demokrat. Eva juga pernah diperiksa dalam penyidikan kasus yang menjerat mantan Wakil Sekjen Partai Demokrat Angelina Sondakh.

Terkait dengan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, KPK mengisyaratkan untuk kembali memanggil politisi muda itu terkait penyelidikan lanjutan kasus Hambalang.
"Terbuka kemungkinan akan dipanggil lagi," kata Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas saat ditanya apakah KPK akan memanggil Anas dalam kasus Hambalang. Sebelumnya, Anas telah dua kali dimintai keterangan terkait penyelidikan Hambalang. Pertama kali Anas dimintai keterangan pada Rabu 27 Juni lalu dan Rabu 4 Juli lalu.

Pada pemeriksaan keduanya, Anas mengaku ditanya soal hubungan dirinya dengan PT Adhi Karya sebagai salah satu kontraktor pembangunan proyek Hambalang. Diketahui, tindak pidana korupsi di proyek Hambalang terindikasi di tiga peristiwa. Pertama, pada proses penerbitan sertifikat tanah Hambalang di Jawa Barat. Kedua, terkait pembahasan anggaran terkait proyek senilai Rp 2,5 triliun. Kemudian KPK juga terus mendalami pelaksanaan proyek Hambalang yang dilakukan secara multi years. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger