' KPK Janjikan Kejutan dari Kasus Hambalang - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » KPK Janjikan Kejutan dari Kasus Hambalang

KPK Janjikan Kejutan dari Kasus Hambalang

Written By dodi on Wednesday, October 10, 2012 | 7:00 AM

BOGOR - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad kembali menyampaikan sinyal khusus yang bisa membuat jantung elite partai politik yang berkuasa di negeri ini berdebar-debar. Eks pengacara ini menyatakan, dalam waktu dekat akan ada yang sesuatu yang mengejutkan dari penyelidikan kasus dugaan korupsi pembangunan sport center atau sekolah olahraga nasional di kawasan Hambalang, Citeureup, Kabupaten Bogor-Jawa Barat.

Pernyataan bersayap Abraham Samad itu terlontar kepada wartawan di gedung KPK, Selasa (9/10). "Perkembangan Hambalang, mudah- mudahan akan ada yang mengejutkan kita semua," kata dia. Bahkan, Abraham mengisyaratkan perkembangan yang mengejutkan tersebut adalah hal yang dipikirkan banyak orang dari kasus Hambalang. "Mungkin yang ada dalam pikiran kalian akan terjadi. Sense kita semua sama dengan rakyat indonesia terhadap kasus hambalang, nah itulah yang akan kita lakukan," ujarnya.

Tetapi, Abraham menolak jika dikatakan perkembangan tersebut akan diumumkan dalam satu sampai dua minggu kedepan. Padahal, sebelumnya, Abraham mengatakan bahwa tinggal tunggu waktu saja ada yang baru dari penyelidikan kasus Hambalang. "Jadi proses Hambalang masih dalam tahap penyelidikan. Mudah-mudahan, dalam satu sampai dua minggu (ada perkembangan baru)," kata Abraham beberapa waktu lalu.

Sementara secara terpisah, Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas memastikan bahwa KPK akan memanaggil kembali Anas Urbaningrum terkait penyelidikan kasus Hambalang.
Bahkan, mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) tersebut mengatakan sudah ada petunjuk yang mengarah adanya aliran dana Hambalang ke salah satu tim sukses calon ketua umum di Kongres Partai Demokrat 2010 lalu.

Walaupun begitu, tegas Busyro, hal itu belum tentu akan menjadi barang bukti. "Berdasarkan petunjuk-petunjuk atau pernyataan-pernyataan yang ada memang seperti itu. Tetapi, petunjuk yang ada itu belum bisa disimpulkan sebagai bukti. Masih harus disatu rangkaikan dengan bukti-bukti lain yang sudah dikumpulkan oleh tim penyidik," kata Busyro.

Saat ini, banyak pihak menengarai bahwa kini KPK tengah mendalami dugaan korupsi dalam pelaksanaan kongres Partai Demokrat di Bandung, Jawa Barat pada bulan Mei 2010 silam. Hal itu diketahui dari pernyataan Ketua DPP Demokrat Umar Arsal. Usai diperiksa KPK belum lama ini, Anggota Komisi V DPR RI tersebut mengatakan bahwa dirinya dipanggil KPK terkait kongres yang akhirnya memilih Anass Urbaningrum sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat.

"Terima kasih kepada KPK karena diminta hadir Selasa (2/10) ini untuk diklarifikasi terkait kongres dulu, perlu dijelaskan bukan hambalang. Disuratnya dijelaskan hanya soal kongres Demokrat," kata Umar Arsal sebelum meninggalkan kantor KPK. Karenanya, bisa jadi pernyataan Abraham soal ada yang mengejutkan dari penyelidikan Hambalang mengarah ke Anas atau pun Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng.

Demokrat Mendesak

Di lain pihak, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Harris Thaher meminta Pimpinan KPK untuk tidak pernah takut dan gentar kepada para pelaku koruptor dalam kasus Hambalang. Bahkan, walaupun kasus tersebut melibatkan petinggi Dewan Pimpinan Pusat DPP partai yang dibidani Presiden SBY.   "Kalau memang ada dan kuat bukti-buktinya, silahkan tangkap. Karena langkah itu memang kami harapkan untuk membersihkan para koruptor di tubuh Partai Demokrat," kata Harris kepada wartawan, kemarin.

Dengan demikian, lanjut Ketua Umum Majelis Dzikir Nurussalam SBY tersebut, semua ucapan, komentar serta statement yang dilemparkan oleh Abraham Samad di media seputar persoalan mega skandal korupsi Hambalang tentang keterkaitan Anas Urbaningrum itu, jangan mengesankan KPK hanya sebatas berteriak agar masyarakat tahu bahwa KPK telah melakukan kinerjanya secara professional. 

 "Kalau memang terbukti, cepat tetapkan Anas sebagai tersangka. Karena kalau berwacana terus seperti selama ini, KPK sama saja membuat kekisruhan di tubuh Partai Demokrat dalam bentuk adu domba internal serta penggembosan terhadap masyarakat," tegas Harris seraya menambahkan tidak ada alasan lagi buat KPK untuk terus berwacana soal Hambalang. Apalagi KPK telah dibekali bukti-bukti yang kuat dan akurat tentang keterlibatan Anas atas korupsi Hambalang serta korupsi lainnya.  

"KPK telah memiliki data dari PPATK mengenai seputar siapa saja pelaku korupsi Hambalang. KPK juga  telah memiliki data dari  puluhan 80 saksi yang diperiksa KPK. Sebenarnya dalam kasus ini  KPK juga bisa menggunakan pembuktian terbalik kepada Anas atau para petinggi Partai Demokrat lain yang kerap disebut-sebut namanya atas Kasus Hambalang ini," tukasnya.

Dia mempertanyakan alasan KPK yang seakan-akan menjadi mandul terkebiri tidak memiliki nyali dan keberanian dalam menegakkan kebenaran di negara ini dalam membongkar skandal korupsi berjamaah yang dilakukan Anas dan beberapa petinggi PD yang lain. "Kenapa KPK takut kepada Anas dan petinggi Partai demokrat yang lain. Sedangkan pada kasus korupsi lainnya, KPK berani membongkar dan menjadi eksekutor hukum Negara," pungkasnya. COK/BSR
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger