' KPK Cari Indikasi Korupsi di Kampus UI - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » KPK Cari Indikasi Korupsi di Kampus UI

KPK Cari Indikasi Korupsi di Kampus UI

Written By dodi on Wednesday, October 24, 2012 | 7:00 AM

DEPOK - Ditengah derasnya tekanan publik yang menginginkan penuntasan kasus korupsi proyek Hambalang dan Simulator SIM, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menggali informasi seputar persetujuan anggaran proyek pengadaan teknologi informasi (TI) perpustakaan baru di kampus Universitas Indonesia (UI) di Depok-Jabar, tahun anggaran 2011. Untuk itu, penyidik KPK meminta keterangan Kepala Sub Direktorat Anggaran Universitas Indonesia, Dede Suyanto.

Seusai diperiksa penyidik KPK, Dede mengaku ditanya penyelidik ihwal penganggaran proyek tersebut. "Soal yang terkait dengan persetujuan anggaran saja, pengadaan," kata Dede kepada wartawan, Selasa (23/10). Saat ditanya siapa saja pihak universitas yang terlibat dalam penganggaran proyek tersebut, Dede enggan menjawab. Dia mengaku sudah menyampaikan semuanya kepada KPK. "Saya rasa pihak yang terkait di UI-lah, ya itu sudah saya sampaikan ke KPK," ujarnya.

Dede juga enggan menjawab saat ditanya apakah ada penyelewengan dalam proyek senilai Rp 21 miliar itu. Mengenai rinci pemintaan keterangan hari ini, kata Dede, biarlah pihak KPK saja yang berbicara. "Saya serahkan saja kepada KPK karena prosesnya sekarang ada di KPK," katanya. Selama pemintaan keterangan, Dede ditanya belasan pertanyaan oleh penyelidik KPK.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, selain Dede, penyelidik KPK juga meminta keterangan dua orang lainnya, yakni Farida dan Haryo. Namun Johan mengaku tidak tahu posisi kedua orang tersebut. Sejauh ini, KPK sudah meminta keterangan lebih dari 10 orang terkait penyelidikan proyek IT perpustakaan UI ini. Salah satu yang dimintai keterangan adalah mantan Rektor UI Gumilar R Soemantri. Johan sebelumnya mengatakan kalau keterangan Gumilar penting bagi KPK dalam mengkonfirmasi sejumlah hal.

Sementara Gumilar seusai mendatangi Gedung KPK, beberapa waktu lalu, membantah dimintai keterangan. Dia mengaku datang ke Gedung KPK hanya untuk mengklarifikasi perubahan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN)-nya. Saat ditanya soal penyelidikan KPK terhadap proyek yang dibangun pada masa pemerintahannya itu, Gumilar mempersilakan KPK mengusut tuntas agar semuanya terang benderang.

Pengusutan proyek pengadaan IT di perpustakaan UI tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan kelompok akademisi dari UI yang menamakan diri mereka Gerakan UI Bersih. Mereka menyampaikan data terkait IT perpustakaan, kontrak pembangunan Convention Centre for Academic Activities, serta sejumlah dokumen perjalanan dinas yang dianggap tidak sesuai fakta. KPK mencari indikasi tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan senilai Rp 21 miliar di kampus UI Depok tersebut. HRS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger