' Komnas HAM Temukan Pelanggaran Prosedur oleh Polisi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Komnas HAM Temukan Pelanggaran Prosedur oleh Polisi

Komnas HAM Temukan Pelanggaran Prosedur oleh Polisi

Written By dodi on Tuesday, October 2, 2012 | 7:00 AM

CIANJUR (LJ)- Buntut insiden berdarah di perempatan Tugu Ngaos dan Mamaos, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mulai melakukan investigasi dan pengumpulan bukti-bukti tindak kekerasan aparat Polres Cianjur yang melakukan aksi represif terhadap mahasiswa Universitas Suryakancana (Unsur) dalam tragedi di ruas Jalan KH Abdullah bin Nuh, Kamis (27/9) lalu.

Hasil investigasi membuktikan ada pelanggaran HAM karena aparat kepolisian bertindak di luar prosedur yang sudah ditetapkan. "Dalam insiden hari Selasa (25/9), aparat polisi main ciduk langsung terhadap mahasiswa. Sedangkan pada insiden kedua hari Kamis (27/9), aparat polisi langsung menyerang mahasiswa.

 Dari hasil investigasi jelas ada pelanggaran HAM lantaran aparat bertindak di luar prosedur yang sudah ada dan pelanggaran protap. Artinya, ini mengindikasikan adanya pelanggaran terhadap peraturan Kapolri tentang penanganan berbasis HAM," kata anggota Komnas HAM Ridha Saleh di Kantor Lembaga Bantuan Hukum Cianjur (LBHC), Jalan Siti Boededar (Kaum), Senin (1/10).

Atas kejadian ini, kata Ridha, Kapolres Cianjur harus bertanggung jawab karena ada bentuk-bentuk dugaan penyiksaan dan kekerasan terhadap mahasiswa. Penanganan aksi masa dengan cara kekerasan seperti itu, tegas Ridha, merupakan tindakan yang merendahkan harkat dan martabat manusia. "Apalagi saat dilakukan pemeriksaan, diduga aparat kembali melakukan intimidasi," tegasnya.

Sebagai langkah awal, menurut Ridha, Komnas HAM meminta agar aparat Polres Cianjur tidak melakukan tindakan-tindakan intimidasi, baik langsung maupun tidak langsung. Sekaligus juga meminta tidak ada aktivitas yang bisa menyebabkan orang merasa terintimidasi.

"Kami juga meminta agar dua orang mahasiswa yang ditahan segera dibebaskan dan meminta kapolres bertanggung jawab atas kerugian fisik dan materil terhadap mahasiswa yang menjadi korban," katanya.

Pihaknya juga akan mengkomunikasikan hasil investigasi di lapangan ini ke Mabes Polri, utamanya menyangkut aturan internal dan hukum atas tindakan yang dilakukan Polres Cianjur dalam menangani aksi massa. "Kalau hari ini kami tak bertemu kapolres, nanti akan kita upayakan memanggilnya ke Jakarta," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, jajaran Komnas HAM dan pengurus LBHC berkesempatan mengunjungi Mapolres Cianjur. Rencananya mereka akan beraudiensi dengan Kapolres Cianjur AKBP Agustri Heryanto."Nanti saja Pak Kapolres yang memberikan statement kaitan kedatangan Komnas HAM. Saat ini beliau sedang berada di Sukabumi," kata Waka Polres Cianjur Kompol Rizal Martomo di Mapolres Cianjur. (RUS)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger