' Kinerja Dinkes Disorot Dua Warga Panguragan Wetan Menderita Gizi Buruk - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Kinerja Dinkes Disorot Dua Warga Panguragan Wetan Menderita Gizi Buruk

Kinerja Dinkes Disorot Dua Warga Panguragan Wetan Menderita Gizi Buruk

Written By dodi on Tuesday, October 23, 2012 | 7:00 AM


KAB.CIREBON (LJ)– Kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon disorot kalangan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). Hal itu menyusul adanya dua warga di wilayah pamasok udang yang menderita gizi buruk yakni, Munija (19) dan Kardino (13) asal Desa Panguragan Wetan Blok 1, Kecamatan Panguragan.

"Kita harus pertanyakan sejauh mana kinerja dinas tersebut melalui Unit Pelayanan Kesehatan (UPK) yang ada ditiap wilayah. Masa ada warganya yang terkena gizi buruk dinas belum melakukan tindakan, apalagi memberikan bantuan," tegas Suherman, Ketua LSM Peduli Pendidikan dan Kesehatan Kabupaten Cirebon kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Ditemukannya kedua warga terkena gizi buruk yang sampai sekarang belum tersentuh bantuan dinas maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon, mengambarkan buruknya kinerja pemerintahan terhadap pelayanan kesehatan bagi warga.

“Apakah penanganan gizi buruk yang dilakukan Pemkab maupun Dinkes harus menunggu laporan terlebih dulu dari pemberitaan di media cetak dan elektronik. Kalau seperti itu berarti pemerintah tidak respon terhadap masalah warga, dan fungsi Puskesmas sendiri apa bila ditemukan ada warga terkena gizi buruk tanpa melakukan tindakan," ujar Suherman.

Adanya pembiaran itu, lanjutnya, membuat kalangan LSM mempertanyakan persoalan anggaran untuk penanganan dan penangulangan kasus gizi buruk setiap tahunnya di wilayah Kabupaten Cirebon, seperti program perbaikan gizi, penyusunan peta informasi warga penderita gizi buruk, penangulangan Kurang Energy Protein (KEP), Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY), Kurang vitamin A dan Kekurangan zat gizi mikro lainya.

 "Jadi kita pertanyakan kepada pemerintah dan dinas, selama ini duit untuk menangani kasus gizi buruk dikemanakan dan berapa anggarannya pertahun," papar Suherman.

Sementara, Dr. J. Suwanta Sinarya, Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon mengungkapkan, untuk penanganan penderita gizi buruk sudah teratasi, bahkan sudah terdata Dinkes. Sedangkan penanganan untuk Munija dan Kardino bukan kewenangan pihaknya, karena mereka tidak masuk dalam program penanganan gizi buruk.

 "Patut diketahui program nasional penanganan penderita gizi buruk dialokasikan untuk balita dari lahir atau umur 0-5 tahun, itu baru masuk dalam penanganan Dinkes. Nah, untuk kedua penderita gizi buruk tersebut adalah masuk dalam kewenangan Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, karena mereka orang tidak punya dan rumah yang dihuni tidak layak ditempati," aku kepala dinas.

Terkait besaran anggaran untuk penanganan penderita gizi buruk, Suwanta mengaku belum mengetahuinya. Alasannya, belum dirinci berapa kebutuhan pertahunnya. "Anggaran tahun 2012 juga kita belum tahu, berapa yang dialokasikan untuk penanganan penderita gizi buruk tersebut," tukasnya.  PIP C.12

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger