' Kemenkes Prihatin, 20 Ribu Pengidap Masalah Kejiwaan Terpasung - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Kemenkes Prihatin, 20 Ribu Pengidap Masalah Kejiwaan Terpasung

Kemenkes Prihatin, 20 Ribu Pengidap Masalah Kejiwaan Terpasung

Written By dodi on Wednesday, October 24, 2012 | 7:00 AM

SUKABUMI - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sekitar 20 ribu orang dalam masalah kejiwaan (ODMK) berat yang ada di seluruh Indonesia, masih dipasung oleh keluarga. Pasalnya ODMK kelas berat itu sering mengamuk baik di dalam rumah maupun di luar rumah dan juga pihak keluarga merasa malu.

"Sampai sekarang ODMK yang masih dipasung angkanya berkisar antara 18 ribu hingga 20 ribu. Inipun masih ada yang belum melaporkan," papar Direktur Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Diah Setia Utami kepada para wartawan usai pemaparan mengenai Kesehatan Jiwa di kantor Desa Jambe Nenggang, Kecamatan Kebon Pedes-Kabupaten Sukabumi, Selasa (23/10/2012).

Diah menjelaskan pemasungan itu bukan berarti seseorang yang ODMK lalu kakinya dipasung dengan menggunakan balok kayu saja, melainkan pengertiannya adalah seseorang yang direnggut kemerdekannya dan hak-haknya dibatasi. "Pengertian dipasung itu utamanya adalah merenggut kebebasan seseorang dan membatasi hak-haknya. Jadi dipasung bisa dalam bentuk dirantai, dikurung di dalam kamar atau hanya di dalam rumah saja dan tidak boleh keluar rumah," jelasnya.

Menurut Diah, sebenarnya perlakuan pemasungan tidak akan menyelesaikan permasalahan atau mengembalikan kesehatan jiwanya. Malahan dengan perlakuan pemasungan akan memperparah ODMK semakin lebih berat. "Karena dalam penyembuhan ODMK, bukan saja diobati dari medis saja, melainkan dari aspek sosial dan kemasyarakatan juga diperlukan," ujarnya.

Maka, lanjut Diah, masyarakat yang memiliki anggota keluarganya termasuk ODMK tidak perlu khawatir dengan perawatan dan pengobatannya. Karena Kemenkes telah menyediakan berbagai jenis obat mulai dari obat oral hingga suntik serta program perawatannya. "Untuk perawatan dan pengobatan ODMK ini pemeintah telah memiliki 33 rumah sakit jiwa (RSJ) yang rata-rata menampung lebih dari 100 tempat tidur. Bahkah ada yang menampung hingga 600 tempat tidur," ujar Diah.

Diah menambahkan pemerintah telah mencanangkan pada 2014 Indonesia bebas pasung. Program tersebut telah dimulai dan terus diupayakan sejak 2010 oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Almarhumah Endang Rahayu Sedyaningsih. "Pada program Indonesia Bebas Pasung ini, Kecamatan Kebon Pedes Kabupaten Sukabumi dan Garut merupakan daerah yang dijadikan sebagai percontohan," pungkasnya. HEP
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger