' Kejari Garut Lambat Usut Penggelap Dana Gempa Bumi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Kejari Garut Lambat Usut Penggelap Dana Gempa Bumi

Kejari Garut Lambat Usut Penggelap Dana Gempa Bumi

Written By dodi on Friday, October 5, 2012 | 7:00 AM


GARUT (LJ)- Masyarakat desa Cigedug kecamatan Cigedug menyesalkan lambatnya aparat Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut menangani para pelaku yang diduga menggelapkan dana bantuan korban gempa bumi bernilai ratusan juta rupiah.Sementara sejumlah bukti dugaan penggelapan oleh oknum aparat desa sudah mereka kumpulkan.

"Kami sangat kecewa sebab sejumlah barang bukti dugaan penggelapan dana bantuan gempa bumi sudah kami serahkan kepada pihak Kejari Garut, tetapi sampai sekarang tidak ada tindakan hukum," ujar ratusan massa yang tergabung dalam wadah Brigade Rakyat saat mendatang gedung DPRD setempat, Kamis (4/10).

Beberapa perwakilan massa yang berunjukrasa akhirnya diterima oleh Ketua Komisi A, Nono dan beberapa anggota Komisi B DPRD setempat, selain itu juga ikut hadir dalam pertemuan Inspektorat Irban 2, Hartono, Kepala BPMPD, Elka Nurhakimah dan Kepala Badan Bencana Alam Daerah,Zatzat Munajat.

Aksi massa Brigade Rakyat ke DPRD Garut adalah aksi lanjutan, yang sebelumnya juga pernah dilakukan dan pihak dewan berjanji akan menuntaskan masalah itu dengan secepatnya.Namun, ucap warga janji dewan ternyata belum juga terealisasi." Kurang apalagi,kami sudah bosan dan jenuh mendengar dan janji klasik anggota Dewan, mereka selalu bilang akan kami tampung dan tindaklanjuti aspirasi saudara,“ ujar Koordinator Lapangan Brigade Rakyat Agus Yuniantoro.

Menurut Agus,berdasarkan UU No 20 Tahun 2001 Jo UU No 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana korupsi, di Indonesia, termasuk di Kabupaten Garut sudah berada pada kondisi darurat korupsi buruk. Bahkan kata dia, pelaku korupsi cendrung mendapat perlindungan dari oknum penegak hukum.

Buktinya oknum kepala desa beserta kroninya nyaris tak pernah tersentuh hukum. “ Ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga “ istilah ini memang terbukti terjadi kepada kami," kata Agus.
   
Ketidak seriusan Kejaksaan Negeri Garut untuk menindak pelaku korupsi kata Agus, disinyalir karena adanya mafia hukum yang sengaja mempermainkan kasusnya. Sepertinya mereka sengaja mengulur-ulur waktu untuk menangani kasusnya," papar Agus.
 
Pemberantasan Korupsi tandasnya, tidak boleh hanya sekedar slogan, formalistis dan retorika belaka. Tekad memberantas korupsi tidak cukup hanya komitmen saja, tapi perlu implementatif dan keberanian aparat penegak hukum untuk menyeretnya sampai ke meja hijau.(JUL/BDN)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger