' Kasus Proyek Hambalang Selain Anas, KPK Juga Mendekat ke Andi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Kasus Proyek Hambalang Selain Anas, KPK Juga Mendekat ke Andi

Kasus Proyek Hambalang Selain Anas, KPK Juga Mendekat ke Andi

Written By dodi on Friday, October 12, 2012 | 7:00 AM

KAB.BOGOR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sangat berharap kesaksian mantan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Wafid Muharram dapat mengungkap terang-benderang kasus dugaan korupsi pembangunan proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Bukit Hambalang, Citeureup, Kabupaten Bogor-Jawa Barat. Ada dua kasus terkait skandal Hambalang yang kini diproses KPK, yakni penyimpangan di kantor Menpora dan soal aliran dana pelicin ke petinggi partai politik.

"Ya, kami berharap pemeriksaan Wafid hari ini. Karena dari segi struktural Wafid adalah sebagai sesmenpora. Nah itu kerat kaitannya dengan pengguna anggaran di Kemenpora. Tapi yang pasti itu tidak jauh berkaitan dengan anggaran," kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP dalam keterangan persnya, kemarin. Untuk diketahui, Kamis (10/10), Wafid diperiksa kembali oleh penyidik KPK. Wafid yang selesai menjalani pemeriksaan selkitar pukul 19.00 WIB mengatakan dirinya dicecar penyidik KPK soal sertifikasi tanah Hambalang.

Wafid tidak mengelak dirinya mengetahui soal Surat Keputusan setifikat tanah Hambalang dan proses pengadaan konstruksi Hambalang. Selain dirinya yang mengetahui perihal pengurusan setifikat Hambalang, Wafid juga menyebut Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng. "Pak Andi pasti paham tentang proses sertifikat dan pengadaan karena saya lapor ke beliau," kata Wafid.

Andi, kata Wafid, adalah pengguna anggaran proyek Hambalang, pasti mengetahui sekaligus bertanggung jawab atas semua proses pembangunan di Hambalang. "Pak Andi sebagai pengguna anggaran, saya kuasa pengguna anggaran. Jadi Pak Andi pasti tahu. Sebagai pengguna anggaran beliau bertanggungjawab. Nanti yang bersalah pasti ketahuan," kata Wafid.

Sebelumnya beberapa hari lalu, Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengatakan KPK sudah menemukan petunjuk dan informasi keterlibatan Anas dalam kasus Hambalang. "Berdasarkan petunjuk-petunjuk atau pernyataan-pernyataan yang ada memang seperti itu. Tapi pentunjuk belum bisa disimpulkan sebagai bukti. Harus disaturangkaikan dengan bukti-bukti lain," kata Busyro.

KPK mulai menyelidiki kasus Hambalang sejak Agustus 2011. Setidaknya ada dua peristiwa yang terindikasi korupsi dalam proyek Hambalang yangg ditaksir KPK mencapai Rp2,5 triliun. Pertama, pada proses penerbitan sertifikat tanah Hambalang di Jawa Barat. Kedua, pengadaan proyek Hambalang yang dilakukan secara multi years. Pengadaan proyek Hambalang ditangani Kerjasama Operasi (KSO) PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya.

Untuk mengembangkan penyelidikan kasus ini KPK telah memeriksa sekitar 70 orang. Antara lain eks Kepala BPN Joyo Winoto, anggota Komisi II DPR Ignatius Mulyono, Sekretaris Departemen Pemuda dan Olahraga DPP Partai Demokrat Munadi Herlambang, Menpora Andi Mallarangeng hingga istri Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Athiyya Laila. KPK juga sudah dua kali memeriksa Anas Urbaningrum. Namun, mantan anggota KPU itu membantah terlibat dalam kasus Hambalang. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger