' Jutaan Warga Indonesia Tertular HIV/AIDS Akibat Seks Bebas - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Jutaan Warga Indonesia Tertular HIV/AIDS Akibat Seks Bebas

Jutaan Warga Indonesia Tertular HIV/AIDS Akibat Seks Bebas

Written By dodi on Monday, October 29, 2012 | 7:00 AM

BOGOR - Menteri Kesehatan (Menkes) Dr Nafsiah Mboi,SpA, mengungkapkan perilaku seks berisiko masih terus mewabah di Indonesia. Dalam hitungan Kementerian Kesehatan, sekitar 6-8 juta masyarakat Indonesia berperilaku itu berpotensi menularkan penyakit HIV/AIDS dan infeksi menular lainnya.

"Pengidap HIV/AIDS di Indonesia, mayoritas disebabkan maraknya perilaku seks berisiko. Dari sekitar 545.248 orang penderita HIV/AIDS, 71% disebabkan perilaku seks heteroseksual berisiko," urai Menkes kepada wartawan, akhir pekan kemarin. Menkes menjelaskan dengan jumlah sebanyak 6-8 juta orang Indonesia yang berperilaku seks berisiko, artinya mengunjungi tempat pelacuran, suami-istri melakukan hubungan seks tapi salah satunya sudah terinfeksi.

"Itu yang dinamakan melakukan seks berisiko dan diwajibkan sebelum melakukan hubungan harus menggunakan kondom, untuk mencegah penularan infeksi HIV/AIDS," jelas Menkes. Menurut Menkes, kampanye ini memang sensitif. Namun ini jadi tantangan buat pemerintah, untuk menjelaskan pentingnya penggunaan kondom tanpa terkesan pemerintah menganjurkan perilaku seks bebas.

Walaupun terus menerus sudah dijelaskan bahwa anjuran penggunaan kondom ini dilakukan di hilir. Serta penggunaan kondom merupakan salah satu indikator dalam goal 6 di MDGs (Millenium Development Goals) yang mana penggunaan kondom pada setiap seks berisiko. "Sangkanya kalau kita ngomong kondom berarti artinya silahkan seks bebas asal pakai kondom, tidak benar. Pakailah kondom bila bisa diperkirakan pasangan seksmu itu sudah ada penyakit," ujar Menkes.

Sementara Executive Director UNAIDS Michel Sidibe menuturkan ada tiga hal yang bisa dilakukan untuk menurunkan angka infeksi baru yaitu melalui pencegahan dengan merangkul orang-orang yang rentan, proses tes yang dipermudah melalui air liur dan tes CD4 serta tidak lagi ada diskriminasi sehingga memudahkan akses. "Perlu juga membicarakan tentang pendidikan seks untuk remaja putri sejak dini agar bisa melindungi dirinya sendiri," ujar Sidibe. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger