' Jembatan Cibilik Putus Pemkab Sukabumi Tutup Mata - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Jembatan Cibilik Putus Pemkab Sukabumi Tutup Mata

Jembatan Cibilik Putus Pemkab Sukabumi Tutup Mata

Written By dodi on Wednesday, October 24, 2012 | 7:00 AM

SUKABUMI (LJ) – Setelah lama menanti janji alokasi anggaran Pemkab Sukabumi yang tidak kunjung terealisasi Kades Nanggerang Kecamatan Cicurug, Ade Daryadi harus mencari solusi sendiri membangun jembatan Kp Cibilik sepanjang 30 meter dengan lebar 3 meter. Pasalnya jembatan tersebut merupakan satu-satunya jalur roda kehidupan masyarakat.
   
Jembatan Kp Cibilik yang putus akibat longsor sejak lama mendapat janji dari Bupati dan Wakil Bupati untuk menanggulangi tapi hingga berita ini diturunkan belum ada tanda-tanda turunnya bantuan. Belum lagi rampung mencari solusi pembangunan jembatan Kades harus memikirkan kondisi balai desa yang mengalami keretakan pada bagian atas
   
Setelah lama tidak kunjung datang akhirnya warga mencoba ke kepala desa untuk mencari solusi agar arus kehidupan dan ekonomi warga tidak terputus. Kepala desa spontan menyanggupi mencari dana pembangunan jembatan ini. “Kami sangat bangga dan berterima kasih kepala desa menyanggupi mencari dana untuk membangun jembatan ini,” ucap warga
   
Ditemui diruang kerjanya Ade Daryadi mengatakan sejak lama jembatan terputus akibat longsor yang mengakibatkan terputusnya jalur kehidupan dan roda ekonomi warga. Ketika kejadian longsor pemagang kebijakan tertinggi di kabupaten ini sempat meninjau terjadinya longsor dan akan mencarikan anggaran. Kala itu warga menyambut gembira ucapan pemegang kebijakan tertinggi tapi nyatanya bronjong dan alat berat hingga kini tidak kunjung tiba. Apalagi bantuan anggaran pembangunan jembatan. Untuk kepentingan warga, kades sedang mencari dana untuk membangun jembatan. “Saya sedang mencari dana untuk pembangunan jembatan. Sebab ini kepentingan warga yang harus didahulukan,” tandas Ade Daryadi.
   
Belum lagi mendapat celah dana untuk pembangunan jembatan Kp Cibilik, kades kembali dipusingkan dengan bagian atap balai desa yang mengalami pergeseran sekitar lima hingga sepuluh centi meter. Hal itu terlihat jelas ruang rapat dimana platform terlihat terpisah dari dinding. Kemungkinan besar beberapa rangka atas desa ini patah akibat termakan usia.

Menurut Ade  rencana rehabilitasi balai desa ini selalu masuk dalam musrenbang hingga tingkat kabupaten hingga kini belum membuahkan hasil. “Saya khawatir balai desa ini menelan korban. Makanya sementara aktifitas ruang rapat dikurangi.” Jelas ade daryadi
   
Beberapa anggota DPRD Kabupaten Sukabumi yang coba diminta bantuan untuk membantu Kepala Desa Nanggerang tidak membuahkan hasil maksimal. Diduga para wakil rakyat ini lebih memilih memikirkan wakil partainya tampi dalam Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Barat yang akan digelar bulan Februari 2013. Sementara itu pemegang kebijakan di kabupaten-pun ini seakan tutup mata dan telinga atas derita warga Desa Nanggerang. WHD
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger