' Jamsostek Siapkan Rp 2,5 Triliun Untuk Beli Obligasi Korporasi BTN - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Jamsostek Siapkan Rp 2,5 Triliun Untuk Beli Obligasi Korporasi BTN

Jamsostek Siapkan Rp 2,5 Triliun Untuk Beli Obligasi Korporasi BTN

Written By dodi on Friday, October 12, 2012 | 7:00 AM

BOGOR - Direktur Utama Jamsostek Elvyn G Masassya mengungkapkan, bahwa pihaknya siap menyerap penawaran right issue PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Pihaknya telah menyediakan dana hingga Rp 2,5 triliun. Menurut Elvyn, pihaknya mengaku siap jika dibolehkan untuk mengambil keseluruhan right issue BTN. Namun, hak tersebut akan diserahkan sepenuhnya ke BTN.

"Dalam waktu dekat ini, kan, ada rencana right issue BTN. Kami akan serap sebesar hak kita," kata Elvyn dalam keterangan persnya, Kamis (11/10). Hingga saat ini, pihaknya sudah menyediakan dana hingga Rp 2,5 triliun untuk penyerapan right issue atau obligasi korporasi. Elvyn menganggap dana tersebut harus dialokasikan untuk investasi perseroan.

"Namanya right issue haknya di-exercise atau tidak. Saya katakan akan exercise. Right issue itu, kan, kita berhak mengambil seluruhnya, 100 persen kita akan ambil," tambahnya sambil menyebutkan, saat ini juga sedang mengincar penyerapan obligasi dari tiga perusahaan lain. Pihaknya juga terbuka menyerap dana obligasi dan right issue dari perusahaan BUMN dan swasta.

Hingga September 2012 ini, pencapaian aset investasi Jamsostek sebesar Rp 127 triliun. Nilai tersebut sudah melebihi target investasi di akhir tahun sebesar Rp 125 triliun.Sementara hasil investasi perseroan di September 2012 sebesar Rp 9,9 triliun. Adapun target investasi hingga akhir tahun sebesar Rp 12,2 triliun. "Kita tidak akan revisi. Kita berjalan sesuai rencana bisnis yang ada. Kita, kan, tidak jual produk, jadi berjalan seperti biasa saja," katanya.

Ditemui di tempat yang sama, Direktur Utama BTN Iqbal Latanro menjelaskan, pihaknya siap menerima penyerapan right issue BTN dari mana pun. Namun, hingga saat ini, Iqbal enggan menjelaskan siapa saja investor yang berminat membeli right issue tersebut. "Kalau banyak peminat, kan, bagus. Kita akan memperoleh harga yang tinggi," kata Iqbal.

Iqbal pun juga enggan menjelaskan investor lokal atau asing yang kebanyakan berminat menyerap right issue tersebut. Tapi, menurutnya, minat terhadap right issue selama ini cukup bagus. "Tunggu saja November, kita akan tahu hasilnya," ujarnya sambil menambahkan BTN akan melaksanakan penerbitan saham baru (rights issue) menjadi 14,29 persen, dari semula 11,91 persen (1.515.402.000 saham). Rights issue diharapkan tuntas pada minggu ketiga Oktober 2012.

Direktur Keuangan dan Treasury BTN Saut Pardede menjelaskan, saat ini saham BTN dipegang oleh pemerintah (71,9 persen) dan publik (28,1 persen). Setelah dilakukannya rights issue, kepemilikan saham pemerintah berkurang menjadi 60 persen (6,354 miliar lembar saham). Sementara itu, saham publik bertambah menjadi 40 persen (4,236 miliar lembar saham).

Saut juga menambahkan, di dalam kepemilikan pemerintah di BTN masih ada sekitar 1,8 persen yang merupakan management stock option plan alias program saham karyawan (MSOP) yang belum diserap. MSOP ini merupakan program yang digelar ketika BTN menggelar penawaran saham perdana alias initial public offering dengan jangka waktu penyerapan selama lima tahun. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger