' Jabatan Kapolda Ditinggalkan, Kursi Gubernur Diincar - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Jabatan Kapolda Ditinggalkan, Kursi Gubernur Diincar

Jabatan Kapolda Ditinggalkan, Kursi Gubernur Diincar

Written By dodi on Wednesday, October 3, 2012 | 7:00 AM


BANDUNG - Demi pengabdian di tanah kelahirannya dengan mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur (Cagub) melalui jalur perseorangan atau jalur independen, Inspektur Jendral Pol Dikdik Mulyana Arief Mansur rela mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Selatan. Pengunduran diri itu merupakan salah satu persyaratan sebagai anggota Polri yang maju pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2013.

Dikdik mengajukan pengunduran dirinya sebagai Kapolda Sumsel sudah disampaikan ke kapolri. "Hari ini saya sudah mulai ajukan pensiun," kata Dikdik saat ditemui di sekretariat KPU Jabar, Jalan Garut, Selasa (2/10). Normalnya, Dikdik akan pensiun pada 2013 mendatang. Namun aturan KPU mewajibkan ia mundur dari jabatannya jika ingin maju pada Pilgub.

Menurutnya, adalah hal wajar jika ia mundur dari jabatannya. Sebab itu merupakan konsekuensi yang harus diambil. Apalagi ia mengaku ingin maju pada pilgub karena kecintaannya pada kampung halaman sekaligus ingin mengabdi kepada rakyat di tanah kelahirannya, yaitu Jawa Barat. "Kalau bicara kecintaan, kecintaan itu perlu pengorbanan," tegas Jendral Polisi bintang dua ini.

Ketika disinggung alasan menggaet mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indramayu, Cecep S Toyib, Dikdik menyebut Cecep dinilai layak untuk memimpin Jabar bersamanya. "Apalagi beliau ini panutan STPDN (sekarang IPDN - red), (mantan) birokrat, dan terakhir dia mantan sekda Indramayu yang menjadi koordinator SKPD," jelasnya.
Dia mengaku cukup lama kenal Cecep Toyib. "Beliau sahabat saya," tambahnya.

Pasangan Dikdik-Toyib sudah menyerahkan berkas dukungan ke Kantor KPU Jabar, kemarin pagi. Total ada 84 kardus berisi berkas dukungan. Dari 84 kardus itu, 21 di antaranya berisi dukungan dari Kabupaten Bandung dan 63 dukungan dari Kabupaten Bogor. Berkas dukungan itu dibawa ke KPU dengan menggunakan truk colt.

Dikdik yang pernah menjabat Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri ini mengklaim punya 1,8 juta dukungan masyarakat untuk maju pada Pilgub mendatang. "Saya punya 1.847.351 dukungan. Jadi saya dan pak Cecep yakin bisa lolos verifikasi," katanya seraya menambahkan sebenarnya jumlah dukungan masyarakat pada dirinya lebih dari 1,8 juta. "Memang lebih banyak dari yang saya serahkan, tapi kita filter," ucapnya.

Dikdik mengaku sejak dua tahun lalu banyak dukungan dari tokoh-tokoh di Jabar yang menyuruhnya maju pada bursa pilgub. Dukungan itu bahkan lebih banyak saat pelaksanaan SEA Games di Palembang lalu. "Di sana saya banyak ketemu tokoh dan sesepuh Jabar, mereka menyarankan saya maju, sehingga akhirnya saya memberanikan diri untuk terjun ke Pilgub," ujarnya.

Soal pengumpulan dukungan, sambung Dikdik, itu sudah dilakukan sejak Januari lalu. Selama Januari saja, jumlah dukungan sudah mencapai sekitar 3 persen dari syarat yang ditetapkan KPU Jabar. Awalnya, dukungan banyak berasal dari Bogor dan Sukabumi. Namun makin lama menurutnya jumlah dukungan makin banyak. Ia pun membidik jumlah suara terbanyak berasal dari kawasan Priangan Timur seperti Garut, Tasikmalaya dan Ciamis.

Ia menyebut bukan perkara mudah bisa terpilih pada Pilgub Jabar. Sebab ia mesti mengantongi banyak dukungan dan dipilih masyarakat saat pencoblosan. "Di sini 1,4 juta suara hanya syarat saja (untuk bisa mendaftar). Kalau di Kalimantan atau Sumatera, angka segitu saya sudah bisa jadi gubernur," katanya. Dikdik mengaku lebih memilih jalur independen daripada lewat parpol karena ingin merasa dimiliki masyarakat. "Saya siap maju dari jalur independen. Saya ingin jadi milik semua warga," tegasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Jawa Barat, Yayat Hidayat mengatakan, jumlah bukti dukungan yang harus diserahkan ke KPU Jawa Barat jumlahnya minimal 1.474.614  dukungan.
Jumlah itu berdasarkan ketentuan penyerahan dukungan paling  sedikit 3 persen dari jumlah total penduduk Jawa Barat yang mencapai  49,1 juta jiwa dan berdasarkan data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) yang ditaksir mencapai 36 juta jiwa. FER

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger