' Gedung Study Centre MAN Pacet Disegel Gembok Suplyer - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Gedung Study Centre MAN Pacet Disegel Gembok Suplyer

Gedung Study Centre MAN Pacet Disegel Gembok Suplyer

Written By dodi on Wednesday, October 3, 2012 | 7:00 AM


CIANJUR (LJ)- Suplyer yang memasok barang untuk pembangunan study centre Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pacet di Kampung Pasir Cina, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur tetap bersikeras tidak akan membuka gembok pagar bangunan jika haknya tidak dibayar oleh pihak rekanan yang mendapatkan proyek senilai Rp 4,5 miliar itu. Para suplyer tersebut akan membuka gembok jika ada itikad baik dan membayar barang-barang yang sudah dikirim dan terpakai untuk pembangunan.

"Kita ini sudah berbagai upaya menempuh jalur mediasi dengan pihak rekanan yang mendapatkan tender proyek, namun tetap saja ingkar janji. Sampai saat ini kami belum juga dibayar, padahal ini persoalan sudah lama sekali. Kami kurang sabar bagaimana, apa perlu material yang dipakai untuk pembangunan kami bongkar kembali," ujar seorang suplyer yang memiliki tagihan sekitar Rp 250 juta, namun minta tidak disebutkan namanya, kemarin.

Menurut suplyer tersebut, sudah tiga kali pihaknya mendapatkan surat pernyataan dari kuasa Direktur Jo and Ro Yudi, yang akan membayar tagihannya. Bahkan sudah tiga chek giro diberikan pihak rekanan tersebut. "Ini memang kesekian kalinya kami dijanjikan akan dibayar, tapi masih selalu meleset. Memang masih ada harapan dari chek yang diberikan, akan kami lihat hingga jatuh temponya cair atau tidak," tegasnya.

Pihaknya bersama suplyer lainya juga bersepakat tidak akan membuka gembok pagar masuk ke lokasi proyek study centre MAN Pacet sebelum persoalan keuangan dibayar oleh pihak rekanan. "Silahkan kalau misalnya adaya yang mau membuka gembok, tapi harus berhadapan dulu dengan kami. Kami ini semuanya menjadi korban. Kami hanya ingin uang kami kembali. Ada beberapa suplyer yang sampai saat ini belum dibayar nilaianya mencapai sekitar Rp 1 miliar lebih," katanya.

Secara terpisah mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan study centre MAN Pacet Pupu Saefudin mengatakan, pihaknya akan terus berupaya melakukan mediasi dengan pihak rekanan agar segera membayar para suplyer. Karena belum dibayarnya suplyer bisa mengganggu pekerjaan lanjutan pembangunan study centre.

"Kita akan upayakan mediasi, paling tidak pihak rekanan bisa membayar kepada para suplyer dan penggembokan pagar bisa dibuka. Karena kalau tidak pekerjaan lanjutan tidak bisa dilaksanakan sebelum para suplyer dibayar," tegasnya. (AGS)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger