' Geber Percepatan Pelayanan, PDAM Cianjur Akan Pinjam Rp 13 Miliar - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Geber Percepatan Pelayanan, PDAM Cianjur Akan Pinjam Rp 13 Miliar

Geber Percepatan Pelayanan, PDAM Cianjur Akan Pinjam Rp 13 Miliar

Written By dodi on Tuesday, October 30, 2012 | 7:00 AM


CIANJUR - Manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mukti Kabupaten Cianjur merasa kualitas layanan pihaknya masih belum memadai, sehingga perlu digeber program percepatan pelayanan terhadap masyarakat. Untuk itu, PDAM Tirta Mukti berencana meminjam dana segar ke pihak perbankan sebesar Rp13 miliar.

Direktur Utama PDAM Tirta Mukti Herman Suherman menjelaskan, saat ini memang rencana meminjam dana segar ke pihak perbankan itu akan segera dibahas dengan Bupati dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Pasalnya, jika dialokasikan dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) kabupaten, dinilai tidak memungkinkan untuk saat ini.

"Solusi lainnya yaitu dengan meminjam dana dari pihak perbankan. Dana itu nantinya digunakan untuk percepatan pelayanan kepada masyarakat karena kita harus menambah debit air yang rencananya diambil dari sentral. Kami berani meminjam dana segar lantaran keuangan PDAM Tirta Mukti sendiri dinyatakan sehat oleh tim audit independen," kata Herman kepada wartawan usai acara pemotongan sapi kurban di kantor PDAM Tirta Mukti, Senin (29/10).

Percepatan pelayanan kepada masyarakat itu sendiri, lanjut Herman, untuk memenuhi target sesuai MDG's sebesar 80%. Saat ini, masyarakat di wilayah perkotaan yang baru terlayani air bersih baru sebesar 50,4%. "Target MDG's sebesar 80% menjadi suatu keharusan. Kita akan terus berupaya agar bisa memenuhi target tersebut," katanya.

Sekedar informasi, PDAM Tirta Mukti tahun ini akan mendapatkan bantuan penyertaan modal dari APBD Kabupaten sebesar lebih kurang Rp6 miliar. Dana tersebut dialokasikan pada APBD perubahan tahun 2012. Herman mengungkapkan, hingga saat ini pelayanan air bersih kepada masyarakat Cianjur masih berada di kisaran 50%. Artinya, masih banyak masyakarat yang belum bisa menikmati konsumsi air bersih.

"Karena itu, kita mendapatkan bantuan dana yang dialokasikan dari APBD perubahan sebesar hampir Rp6 miliar meliputi biaya penyambungan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dana pendampingan, serta dana perbaikan jembatan yang dilalui sambungan pipa air," jelasnya.

Adanya bantuan dari pemerintah daerah ini diperkuat Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) yang menyebutkan apabila pelayanan berada di bawah 60%, maka wajib dibantu. Kondisi ini mengindikasikan pemerintah daerah sendiri serius menangani masalah air bersih. "Adanya penyertaan modal yang akan dialokasikan dari ABT (anggaran biaya tambahan) menandakan keseriusan pemerintah daerah terhadap masalah air bersih di Cianjur," pungkasnya. RUS/AGS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger