' - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...

Written By dodi on Friday, October 19, 2012 | 7:00 AM

GARUT - Dari sekian banyak cara atau metode kontrasepsi yang tersedia, warga peserta Keluarga Berencana (KB) di wilayah Kabupaten Garut-Jabar, ternyata lebih memilih kontrasepsi cara suntik dan pil. Metode tersebut, berdasarkan penelitian Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP), menjadi metode kontrasepsi favorit peserta KB baru maupun peserta KB lama.

Menurut Kepala Bidang KB pada BKBPP Kab.Garut, Muhammad Kelip Djaya, hingga Agustus 2012, dari sebanyak 363.110 peserta KB yang tersebar di 42 kecamatan, 306.359 orang (84,37 %) di antaranya memilih konstrasepsi hormonal, yakni alat atau obat pencegah kehamilan berbahan baku mengandung hormon preparat estrogen dan progesteron.

"Ada tiga jenis kontrasepsi hormonal, yakni suntik, oral, dan implant. Kebanyakan peserta KB di Garut lebih memilih kontrasepsi jenis suntik, disusul pil," kata Kelip, Kamis (18/10). Dari sebanyak 306.359 peserta KB hormonal itu, sebanyak 210.455 orang di antaranya peserta KB suntik dan 80.084 orang peserta KB pil, serta 15.820 orang peserta KB implant.

Sedangkan peserta KB memilih cara kontrasepi nonhormonal tercatat sebanyak 56.751 orang (15,63 %), terdiri atas kontrasepsi IUD sebanyak 44.868 orang, metode operasi wanita (MOW/tubektomi) 6.150 orang, metode operasi pria (MOP/vasektomi) 2.855 orang, dan kondom 2.878 orang. "Peserta KB baru sepanjang tahun ini juga banyak yang lebih memilih metode kontrasepsi suntik dan pil daripada metode lainnya," kata Kelip.

Dijelaskannya lagi, dalam rentang Januari hingga Agustus 2012, ada sebanyak 28.789 orang memilih kontrasepsi suntik dan 11.732 orang kontrasepsi pil. "Banyak peserta KB memilih kontrasepsi suntik dan pil mungkin karena menilai kedua cara kontrasepsi ini lebih praktis dibandingkan jenis kontrasepsi lainnya," ujar Kelip.

Total peserta KB baru mencapai sebanyak 54.232 orang. Mereka terdiri atas sebanyak 43.615 orang (80,43%) metode kontrasepsi hormonal dengan rincian kontrasepsi suntik (28.789 orang), pil (11.732 orang), dan implant (3.094). Sedangkan peserta KB baru memilih metode kontrasepsi nonhormonal sebanyak 10.617 orang (19,58%), dengan rincian IUD 7.809 orang, MOW/tubektomi 661 orang, MOP/vasektomi 785, dan kondom 1.362 orang. BDN/JUL
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger