' Gagal Raih Piala Adipura Lingkungan Rumah Walikota Bekasi Bau Sampah - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Gagal Raih Piala Adipura Lingkungan Rumah Walikota Bekasi Bau Sampah

Gagal Raih Piala Adipura Lingkungan Rumah Walikota Bekasi Bau Sampah

Written By dodi on Tuesday, October 23, 2012 | 7:00 AM


BEKASI (LJ) – Tidak berhasilnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi merebut kembali piala adipura pada tahun 2012 ini, kembali jadi buah bibir warga Kelurahan Pekayon.

Menurut beberapa warga, hal itu disebabkan tidak tegasnya Walikota Bekasi, Rahmat Effendi menindak oknum pegawai Pemkot Bekasi yang dinilai tidak melakukan tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi) dengan benar.

Cibiran bernada miring beberapa warga Kelurahan Pekayon itu terkait bau busuk sampah yang berasal dari penampungan sampah Pasar Jatiasih, Rumah Sakit Hermina dan dari sampah warga perumahan Galaxy yang ditampung di RW 04 Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan Kota Bekasi.

Padahal, lokasi penampungan sampah yang dilayani Dinas Kebersihan Kota Bekasi itu sangat dekat dengan rumah Walikota Bekasi. “Bagaimana Walikota Bekasi, Rahmat Effendi berhasil mendapatkan piala adipura jika dilingkungannya sendiri aja masih bau sampah dan tidak ada tindakan tegas,” ujar Ketua Umum Barisan Masyarakat Pengabdi Ketahanan Nasional (Bampeknas), Yus Amri, kepada LINGKAR JABAR, Senin (22/10).

Menurut informasi, kata Yus Amri, lokasi penampungan sampah itu sudah ada sejak dua tahun lalu. Dan dilokasi itu, sering terlihat armada truk sampah dari Dinas Kebersihan Kota Bekasi hilir mudik mengangkut sampah. “Walikota harus bertindak tegas dengan memanggil pejabat terkait dan memberikan sanksi tegas,” tuturnya.

Selain tidak memiliki izin, lanjut Yus Amri, penampungan sampah itu juga menjadi tempat berkumpulnya bibit penyakit. “Kalau dibiarkan terus menampung sampah dari pasar, rumah sakit, warga sekitar akan sangat rentan terinfeksi bibit penyakit. Mungkin saja walikota tidak mencium bau sampah itu karena ruangannya dilengkapi dengan air conditioner. Tapi bagaimana dengan warga yang tidak memiliki fasilitas yang dikenal yang digunakan oleh para orang kaya itu. Mereka setiap pagi harus mencium bau busuk dari sampah,” ujarnya.

Yus Amri yang juga anggota eksponen 66 dan dikenal dekat dengan Akbar Tanjung itu meminta Walikota Bekasi, Rahmat Effendi sedikit lebih peka terhadap warga disekitar lingkungan rumahnya yang setiap hari mencium bau busuk dari penampungan sampah. “Ya, paling tidak ada rasa empati walikota terhadap warga dilingkungan rumahnya yang terganggu dengan bau busuk yang ditimbulkan dari tumpukan sampah itu,” tegasnya.

Sementara, Sekretaris Dinas Kebersihan Kota Bekasi, Darsono mengaku tidak mengetahui jika dilingkungan sekitar rumah Walikota Bekasi ada penampungan sampah. Apalagi, setiap hari armada truk sampah dari Dinas Kebersihan terlihat ada dilokasi penampungan sampah itu. “Saya tidak tahu jika didekat rumah walikota ada penampungan sampah apalagi ada armada dari dinas kebersihan. Saya akan koordinasi dengan UPTD Bekasi Selatan tentang laporan ini,” paparnya.

Terkait rekomendasi perijinan yang wajib ditempuh warga yang memiliki lahan untuk menampung sampah, Darsono mengaku Dinas Kebersihan Kota Bekasi belum pernah mengeluarkan rekomendasi penampungan sampah yang dikelola oleh warga. “Sampai saat ini, Dinas Kebersihan belum pernah menerima pengajuan permohonan rekomendasi dari warga tentang lokasi penampungan sampah,” pungkasnya. RIS

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger