' FBMBD dan LSM Tuntut Kaur Desa Bangodua Mundur - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » FBMBD dan LSM Tuntut Kaur Desa Bangodua Mundur

FBMBD dan LSM Tuntut Kaur Desa Bangodua Mundur

Written By dodi on Tuesday, October 16, 2012 | 7:00 AM

KAB. CIREBON (LJ)– Ayo Sunaryo, Kepala Urusan (Kaur) Pemerintahan Desa Bangodua Kecamatan Klengenan Kabupaten Cirebon dipastikan tidak bisa tidur nyeyak. Pasalnya, ratusan warga yang tergabung dalam FBMBD (Forum Bersama Masyarakat Bango Dua) beserta anggota LSM Laskar Merah Putih menuntut kaur tersebut mundur dari jabatannya dan mendesak kuwu atau kepala desa (Kades) memecatnya.

Tuntutan FBMBD dan anggota LSM Laskar Merah itu ketika melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Desa Bangodua, Senin (15/10). 

 "Apa yang kami tuntut ini sebagai ungkapan rasa kekesalan kepada Ayo, karena keberadaannya di desa sangat meresahkan dan telah merugikan warga disini," tegas Susilo, anggota LSM Laskar Merah Putih kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Ia mengatakan, tindakan Kaur Pemerintah tersebut banyak merugikan warga, seperti membuat tarif pelayanan yang sangat tinggi saat pembuatan KTP mulai Rp.100.000 sampai Rp.150.000. Uang yang diminta Ayo, dinilai sangat mencekik warga dan tidak sesuai dengan aturan.

 "Bayangkan saja, setiap kali warga membuat KTP harus mengeluarkan kocek dengan jumlah sebesar itu. Warga punya duit darimana kalau biaya pelayanan sampai ratusan ribu, makanya kami dan warga lainnya mendesak agar kuwu atau kades memecat kaur tersebut," ujarnya.

Hal senada juga ditegaskan Kasjaya, tokoh warga setempat agar Kuwu Bangodua Nuki Supriyadi segera menurunkan Kaur Pemerintahannya. Ia mengancam, jika permintaan warga tidak di penuhi akan mengerahkan masa lebih banyak lagi. "Kami tidak main-main dalam masalah ini, kalau kuwu masih tetap mempertahankan kaur pemerintahannya maka kami akan gelar aksi susulan dengan masa yang lebih banyak dari sekarang," paparnya.

Warga membenarkan permintaan biaya pelayanan yang dilakukan kaur pemerintahan itu sangat memberatkan, selain itu juga warga pertanyakan beberapa program yang belum dilaksanakan pemerintahan Desa Bangodua. Padahal menurut warga, dana tersebut sudah diturunkan.

Dalam aksinya, warga ngotot didepan Kuwu Desa Bangodua meminta agar segera menurunkan jabatan Kaur pemerintahan hari ini juga, kontan saja keinginan warga itu sempat membuat suasana panas dan hampir kisruh. Bahkan warga juga menolak permintaan kuwu memberikan jangka waktu satu minggu untuk menurunkan Kaur pemerintahannya dengan alasan butuh waktu dan proses.

Perjuangan warga untuk menuntut kaur itu turun membuahkan hasil, sebab Ayo Sunaryo berjanji didepa pendemo akan segera mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kaur pemerintahan Desa Bangodua pada hari ini juga. HEN (C.12)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger