' Fatwa MUI Soal Vasektomi Disambut Optimisme BKKBN - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Fatwa MUI Soal Vasektomi Disambut Optimisme BKKBN

Fatwa MUI Soal Vasektomi Disambut Optimisme BKKBN

Written By dodi on Wednesday, October 3, 2012 | 7:00 AM


BOGOR - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr.dr Sugiri Syarief mengungkapkan, kebanyakan pria peserta program Keluarga Berencana (KB) dahulu cenderung egois. Namun kini, dengan adanya Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang memperbolehkan vasektomi, diharapkan dapat meningkatkan tingkat keikutsertaan KB pria, terlebih kaum muslim.

“Salah satu komitmen MUI adalah memberikan fatwa memperbolehkan vasektomi dengan syarat untuk tujuan yang tidak menyalahi syari’at, tidak menimbulkan kemandulan permanen, ada jaminan dapat dilakukan rekanalisasi yang dapat mengembalikan fungsi reproduksi seperti semula, tidak menimbulkan bahaya (mudharat) bagi yang bersangkutan. Fatwa ini sangat menggembirakan,” kata Sugiri dalam keterangan persnya, baru-baru ini.

Sugiri menjelaskan saat ini pelayanan KB di Indonesia belum sepenuhnya memperhatikan kesetaraan gender karena hampir seluruh peserta KB adalah perempuan. Sedangkan peserta KB pria, khususnya vasektomi hanya 0,2 persen menurut SDKI 2003 dan 0,3 persen menurut SDKI 2007. Program KB Nasional sejak 1970 hingga kini, diperkirakan dapat mencegah 100 juta kelahiran. Artinya KB dapat memperlambat laju pertumbuhan penduduk secara signifikan.

Namun, sayangnya angka unmet need masih tinggi yaitu 9,1 persen, sesuai dengan survey demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) 2007. Karenanya, sambung Suguii, BKKBN mendorong pemakaian metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) dalam setiap pelayanan KB. Termasuk mengajak para suami mau ikut KB dengan metode operasi pria (MOP) atau vasketomi.

Ditambahkannya, BKKBN pun sekarang telah melatih dokter untuk memenuhi kualita pelayanan KB pria. “Tetapi, yang lebih penting lagi adalah dukungan dari masyarakat dan tokoh agama. Bukan dari MUI saja, tetapi juga forum umat beragama lainnya, dan mitra kerja,” jelasnya.

Saat ini, dukungan para ulama sudah sangat baik terhadap program KB. Dulu, saat pertama ada progam KB, pendekatan kepada ulama dilakukan dengan sangat hati-hati. "Kependudukan di Indonesia jika tidak terkendali bisa menjadi malapetaka. Sekarang ini penduduk semakin besar, antrean naik haji semakin panjang,” terang Ketua MUI Pusat KH Ichwan Syam.

Seperti diketahui, Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang memperbolehkan vasektomi mendorong para pria, khususnya kaum muslim merasa lebih yakin untuk menjadi peserta KB. Selama ini terjadi stagnasi kesertaan KB pria dengan vasektomi atau metode, antara alin disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, informasi, kesadaran, sosialisasi, dan fasilitas pelayanan KB pria.

Namun, dengan peningkatan kualitas dan jumlah dokter saja belum culup. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat sangatlah penting dalam meningkatkan kesertaan ber KB.
Tidak hanya dari MUI saja, namun juga forum umat beragama lain, mitra kerja lain mempunyai tanggung jawab yang sama dalam meningkatkan kesertaan ber - KB terutama kaum pria dalam mewujudkan kesetaraan dan Keadilan Gender. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger