' Dua Terdakwa Korupsi di IAIN Cirebon Dituntut 20 Tahun Penjara - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Dua Terdakwa Korupsi di IAIN Cirebon Dituntut 20 Tahun Penjara

Dua Terdakwa Korupsi di IAIN Cirebon Dituntut 20 Tahun Penjara

Written By dodi on Thursday, October 18, 2012 | 7:00 AM

BANDUNG - Sebanyak dua staf Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon duduk di kursi pesakitan. Keduanya diancam hukuman 20 tahun penjara atas dakwaan tindak pidana korupsi dengan kerugian negara miliaran rupiah. Kedua staf tersebut adalah mantan Kepala Sub Bagian Kepegawaian dan Keuangan Nasikin dan bendahara penerima Nana Mulyana. Mereka didakwa telah menggelapkan dana Ikatan Orang Tua Mahasiswa (Ikoma) dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

"Terdakwa didakwa secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi dengan mantan Ketua IAIN, almarhum Imron Abdullah," kata JPU Nur Latifah di ruang sidang utama Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Rabu (17/10). Dalam sidang yang dipimpin Eka Suharta tersebut, JPU menjelaskan kronologi tindakan melawan hukum kedua terdakwa itu.

Proses tindakan korupsi tersebut terjadi pada 2007-2009. Setiap tahunnya, kedua terdakwa ini menggelapkan dana PNPB yang bersumber dari APBN dan uang iuran mahasiswa. "Mekanisme yang tidak sesuai tersebut berdasarkan persetujuan pimpinan IAIN Cirebon. Terdakwa juga membuat laporan keuangan dengan memperkecil jumlah pengeluaran setiap tahunnya," jelas JPU.

Untuk 2007, PNPB ditargetkan senilai Rp1,2 miliar. Sedangkan PNBP berdasarkan jumlah mahasiswa sebesar Rp4,4 miliar dengan jumlah realisasi PNBP sebesar Rp 4,5 miliar. Begitu juga pada 2008 dengan target Rp2,6 miliar, jumlah mahasiswa sebesar Rp5,2 miliar dengan jumlah realisasi sebesar Rp5,7 miliar. Pada 2009 target sebesar Rp3,2 miliar, sementara PNBP berdasarkan jumlah mahasiswa Rp5,7 miliar dengan jumlah realisasi Rp7,7 miliar.

"Perbuatan terdakwa keuangan di IAIN Cirebon tidak berjalan dengan lancar. Akibatnya telah mengalami kerugian negara sebesar Rp6,5 miliar. Jumlah kerugian negara tersebut didapat dari selisih dana pendapatan dengan setoran yang masuk ke kas negara," kata JPU.

Dua terdakwa yang mendekam di Rutan Kebonwaru itu didakwa melanggar pasal 2 ayat 1 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Terdakwa juga melanggar pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Maksimal ancaman hukuman pasal tersebut adalah 20 tahun penjara.

Atas hal itu, Nasikin dan Nana Mulyana tidak mengajukan nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan tindak pidana korupsi. JPU mendakwa keduanya dengan ancaman 20 tahun penjara. "Kami tidak akan mengajukan eksepsi," kata salah satu kuasa hukum terdakwa, Nana Mulyana yakni Abdul Kholik, usai persidangan.

Ketua Majelis Hakim Eka Suharta memerintahkan kepada JPU untuk menhadirkan para saksi agar proses persidangan berlangsung cepat. Pemeriksaan saksi akang dilakukan pada Rabu (24/10/2012) pekan depan. JPU sudah menyiapkan saksi dengan jumlah 10 orang. "Maksimal saksi yang dihadirkan adalah 10 orang," kata JPU. Majelis hakim mengetuk palu tanda sidang ditutup. HER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger