' Dituntut 12 Tahun Penjara, Mantan Bos Kereta Api Berang - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Dituntut 12 Tahun Penjara, Mantan Bos Kereta Api Berang

Dituntut 12 Tahun Penjara, Mantan Bos Kereta Api Berang

Written By dodi on Tuesday, October 16, 2012 | 7:00 AM

BANDUNG - Mantan Direktur PT Kereta Api Indonesia (KAI), Ronny Wahyudi merasa geram sekaligus keberatan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut dirinya dengan hukuman penjara 12 tahun penjara atas dugaan korupsi dengan modus investasi senilai Rp100 miliar. Ronny bersama Direktur Keuangannya, Achmad Kuncoro menjadi terdakwa dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Senin (15/10).

Usai JPU membacakan berkas tuntutannya, Ronny yang tampak mengenakan batik corak mendatangi kursi JPU. Dia tampak berdebat dengan beberapa jaksa. Namun tak terdengar jelas apa yang dibicarakan pria tersebut. Dalam perdebatan itu hanya terdengar suara jaksa menjawab pertanyaan dari Ronny Wahyudi. "Kami hanya melaksanakan tugas," kata JPU Ahmad Yuhana.
Mendengar pernyataan tersebut, Ronny yang tampak kesal langsung meninggalkan ruangan sidang tanpa komentar atas tuntutan JPU. "Ke pengacara saya saja ya," kata Ronny.

JPU menjelaskan, Ronny kecewa dengan tuntutan 12 tahun penjara. Dalam perbincangan tersebut, JPU menyampaikan jika Ronny telah menyampaikan unek-uneknya. "Tadi dia menyampaikan unek-unek. Menurut kami tuntutan yang dibacakan itu sudah seimbang. Tolok ukur dan kerugian akibat kerugian negara Rp100 milar itu kami rasa sudah seimbang," kata JPU Ahmad Yuhana.

Sebelumnya di persidangan, JPU menyebutkan Ronny Wahyudi dan Achmad Kuncoro terbukti melakukan korupsi. "Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sesuai pasal 2 ayat 1 jo 18. Menjatuhkan terdakwa Ronny Wahyudi dan Achmad Kuncoro dengan pidana penjara masing-masing 12 tahun," kata JPU Achmad Yohana.

JPU juga mengganjar dua terdakwa itu dengan denda Rp500 juta. Jika denda itu tidak dibayar, maka dua terdakwa harus menjalani 6 bulan kurungan tambahan. Dalam kesempatan tersebut, JPU juga menjelaskan pertimbangan hal yang memberatkan serta meringankan.

Hal yang memberatkan terdakwa adalah tidak mendukung program pemerintah mengenai pemberantasan korupsi, mengakibatkan kerugian negara dan tidak mengakui kesalahannya. "Sementara hak yang meringankan adalah terdakwa bersikap sopan selama persidangan," jelas dia.

JPU menilai dua terdakwa ini telah menguntungkan korporasi dengan cara menginvestasikan dana sebesar Rp100 miliar kepada PT Optima Karya Capital Management. Akan tetapi, investasi itu tak berjalan dengan mulus. JPU menilai proses investasi itu tidak sesuai dengan aturan perusahaan sehingga dinilai telah merugikan negara.

Mendengar tuntutan tersebut, dua terdakwa tampak tertunduk. Majelis Hakim memerintah kepada dua terdakwa untuk menyampaikan keberatan atas tuntutan JPU pada pekan depan. "Kita tunda seminggu tanggal Senin 22 Oktober 2012 dengan agenda menyampaikan pembelaan," kata Ketua Majelis Hakim Sinung Hermawan. HER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger