' --Dilakukan Oknum SMPN 1 Kapetekan Jual Beli Buku LKS Dikeluhkan Orangtua Siswa - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » --Dilakukan Oknum SMPN 1 Kapetekan Jual Beli Buku LKS Dikeluhkan Orangtua Siswa

--Dilakukan Oknum SMPN 1 Kapetekan Jual Beli Buku LKS Dikeluhkan Orangtua Siswa

Written By dodi on Wednesday, October 17, 2012 | 7:00 AM


KAB. CIREBON (LJ)– Meski pemerintah pusat telah menaikan anggaran BOS di tahun 2012 ini, namun hal itu nampaknya tidak menjadikan solusi untuk oknum sekolah yang biasa mencari duit tambahan dari siswa dengan menjual buku paket LKS (lembaran kerja siswa) agar menghentikannya. Pasalnya, sampai saat ini penjulan buku LKS masih tetap marak dilakukan oknum sekolah di Kabupaten Cirebon.
Seperti dilakukan SMPN 1 Kapetakan, di Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon, dimana orangtua siswa keluhkan adanya penjualan buku LKS yang diduga dilakukan oknum sekolah milik pemerintah tersebut.

 "Memang anak saya disuruh membeli buku LKS disekolahnya. Dan saya merasa keberatan dengan pembelian buku paket itu, soalnya harga yang diwajibkan sekolah sangat mencekik," ungkap orangtua siswa yang namanya enggan disebutkan itu kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Dalam aksinya itu, kata dia, sekolah banyak cara saat melakukan penjualan buku LKS, bisa melalui sekolah atau wali kelas langsung, maupun lewat koperasi yang sudah bekerjasama dengan pihak sekolah.
 
Diterangkan orangtua siswa, dari jumlah LKS yang ada disekolah itu sebanyak 12 mata pelajaran, 4 buku mata pelajaran diberikan sekolah secara gratis. Namun, lanjutnya, sisanya lagi dibebankan kepada orangtua siswa untuk membelinya.

 "Jadi saya harus membeli buku LKS ke sekolah sebanyak 8 mata pelajaran lagi, dan untuk harga semua buku LKS itu diminta sekolah sebesar Rp69.000 per siswa," ujarnya.

Ia mengaku heran dengan penjualan buku LKS yang dilakukan oknum sekolah anaknya itu. Sebab, selama ini melalui bantuan program BOS buku, pemerintah pusat telah membantu warga atau siswa agar tidak terbebani dengan pembelian buku LKS tersebut.

 ”Memang boleh, sekolah menjual buku LKS. Terus bantuan BOS buku yang digelontorkan pemerintah dikemanakan," paparnya.

Sementara, Kepala SMPN 1 Kapetakan, Saefudin saat dikonfirmasi pihaknya sedang tidak ada ditempat, karena dari informasi staf TU sekolah tersebut, kepala sekolah sedang ada rapat diluar. Kendati tak ada kepala sekolah, adanya dugaan penjualan buku LKS yang dilakukan sekolah dibenarkan Wawi, staf TU.

Ia mengaku pembelian buku paket yang dilakukan siswa tidak ada paksaan dari pihak manapun termasuk sekolah. Akantetapi, hal itu lebih kepada kepentingan atau kebutuhan siswa untuk belajar. "Kalau 4 mata pelajaran yang wajib itu memang digratiskan, tapi yang 8 mata pelajaran lagi harus dibeli siswa dengan harga sebesar Rp. 69.000," akunya. HEN (C.12)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger