' Diduga Proyek Fiktif Bantuan ke PDAM Tirta Dharma Disorot - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Diduga Proyek Fiktif Bantuan ke PDAM Tirta Dharma Disorot

Diduga Proyek Fiktif Bantuan ke PDAM Tirta Dharma Disorot

Written By dodi on Wednesday, October 3, 2012 | 7:00 AM


CIREBON (LJ)- Proyek Pengadaan Plunger Pump PDAM Tirta Dharma Kota Cirebon menuai sorotan kalangan mahasiswa yang tergabung kedalam FMB (Forum Mahasiswa Bersatu) Indonesia. Pasalnya, proyek yang bersumber dana bantuan dari Provinsi Jawa Barat (Jabar) sebesar Rp1.519 miliar itu hingga saat ini tidak ada kejelasan dan diduga fiktif, karena belum terlihat ada aktivitas pengerjaan yang dilakukan rekanan pemerintah atau pengusaha.

 "Wajar saja kalau kami pertanyakan bantuan itu, karena sampai sekarang belum terlihat adanya aktivitas pemasangan plunger pump tersebut. Padahal, bantuan provinsi Jabar melalui APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) tahun 2011," tegas Moch Mansur, Ketua FMB Indonesia kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Menurut dia, direksi PDAM harus bertangungjawab dengan ketidakjelasan pelaksanaan pengadaan plunger pump itu, karena BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) Kota Cirebon ini selaku penerima bantuan. Apalagi dari informasinya jika bantuan duit miliaran itu sudah masuk ke LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) Provinsi Jabar.

 "Belum ada kegiatan diproyek pengadaan ini, tentunya menjadi pertanyaan besar buat kami. Terlebih melihat waktu yang ditentukan masa pekerjaannya, apakah mungkin di tahun 2012 ini bisa dilaksanakan. Entah ada kendala apa hingga pekerjaan tersebut belum juga dikerjakan," ujarnya.

Mansur mengatakan, masalah ini tentunya banyak yang dirugikan terutama masyarakat atau pelanggan perusahaan plat merah Kota Cirebon, sebab bantuan itu diperuntukan untuk mengatasi krisis air yang saat ini dikeluhkan masyarakat.  

 "Kami minta pihak terkait terutama aparat penegak hukum, baik Kepolisian maupun Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cirebon  memanggil kuasa penguna anggaran (KPA) serta Direktur PDAM untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan proyek plunger pump yang diduga fiktif tersebut," tegasnya.

Ketika dikomfirmasi masalah itu, Direktur PDAM Tirta Dharma Kota Cirebon, Wiem Wilantara terkesan menghindar dan sulit ditemui. Bahkan, beberapa kali ditemui di kantornyapun tidak mau menemui dengan alasan sedang sibuk dan tidak bisa diganggu.
 "Maaf bapak sedang sibuk dan tidak bisa diganggu," ucap salah seorang staf Direktur PDAM.

sama halnya Bidang pengelolaan sumber Daya Air Kota Cirebon sebagai KPA dan Bidang Cipta Karya dan Tataruang yang mempunyai kapabilitas sebagai pengawasan proyek plunger pump tidak bersedia ditemui.

Terpisah, Ketua LPSE Kota Cirebon, Syahroni, ketika ditanya pengumuman lelang LPSE tahun 2011 tentang Plunger Pump PDAM Kota Cirebon, dirinya mengelak tentang pengumuman proyek itu di LPSE. Alasannya, karena dirinya baru masuk di LPSE sejak 6 bulan lalu.

 "Tapi ada informasi bahwa proyek Plunger Pump PDAM Kota Cirebon gagal dilelang," jelasnya.

Ia menambahkan, yang menjadi KPA dalam pengadaan plunger pump bernama Alan, menjabat Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air. Sedangkan untuk kelompok kerjanya (Pokja) ada di Balai Kota Cirebon.
 "Coba saja mas tanyakan ke H. Syukur, sebagai ketua Pokja di Bagian Perlengkapan," tutur Syahroni.

Dari pantauan, seperti tertera didalam website LPSE Provinsi Jabar sudah jelas diumumkan secara terbuka nama-nama perusahaan yang ikut lelang pengadaan plunger pump, seperti CV. Rilies,  CV. Agung Sedayu,  CV. Certopaten Pilar Abadi,  CV. Putra firdaus, CV. Ondihon Mas Globalindo,  CV. Sri Arniati Karya, CV. Yudha Bahari, CV Ragil Putra, dan CV. Satria Gemilang.

Untuk pengumuman lelang sendiri mulai dilaksanakan tanggal 13-19/09/2011, serta penandatanganan kontrak tertanggal 06-10/10/2011. MAN/EKA/PIP (C12)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger