' Diduga Memihak, Gubernur Jabar Dikecam - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Diduga Memihak, Gubernur Jabar Dikecam

Diduga Memihak, Gubernur Jabar Dikecam

Written By dodi on Tuesday, October 30, 2012 | 7:00 AM

BEKASI - Massa mahasiswa dan pemuda Kota Bekasi yang tergabung dalam Aliansi Muda Bekasi Menggugat (AMBM) mengecam tindakan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan yang cenderung berpihak dalam proses Pemilihan Walikota (Pilwakot) Bekasi. Karenanya, Senin (29/10), massa AMBM yang terdiri dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bekasi, Pemuda Demokrat Indonesia Kota Bekasi, Somasi, dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Bekasi mendatangi kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) guna menyampaikan surat protes.

Selain melakukan protes, dalam suratnya kepada Mendagri Gamawan Fauzi, massa AMBM juga menuntut Mendagri memberikan sanksi tegas terhadap Ahmad Heryawan, yang telah secara jelas memihak salah satu kandidat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi yang mengikuti Pemilu Kada Kota Bekasi 16 Desember 2012 mendatang. Keberpihakan Heryawan sendiri ditunjukan dalam spanduk salah satu kandidat  Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi yakni, Rahmat Effendi-Ahmad Syaikhu.

Pasangan petahana ini didukung oleh Partai Golkar, PKS, PKB, dan Hanura. Dalam spanduk tersebut terdapat foto Ahmad Heryawan mengunakan embel-embel dirinya sebagai seorang Gubernur Jabar. Tentu saja, spanduk itu bermakna Heryawan mengajak masyarakat Kota Bekasi untuk memilih Rahmat yang menjabat Walikota definitif setelah Mochtar Muhammad, sang walikota dipenjarakan akibat kasus korupsi.

Menurut Ketua HMI MPO Cabang Bekasi Ivan Faizal Affandi, tindakan Gubernur Jawa Barat tersebut sangat tidak patut dan disayangkan olehnya. Sebab sebagai seorang Gubernur, harusnya Heryawan bersikap netral. Keberpihakan gubernur, kata dia, justru rentan memicu adanya konflik di tengah masyarakat. "Biarkan masyarakat Kota Bekasi menilai siapa calon pemimpinya. Tanpa perlu ada intervensi, apalagi dari seorang gubernur. Ini jelas keliru," tukas Ivan dalam keterangan pers AMBM.

Satu hal lagi, menurutnya, bila mengacu pada aturan PP Nomer 14 Tahun 2009 Tentang Tata Cara Pejabat Negara dalam Melakukan Kampanye Pemilihan Umum. Gubernur Jabar dalam hal ini dinilai telah melabrak aturan yang tersebut. "Sebagai kader PKS, silahkan saja Pak Heryawan mendukung kadernya di Pilwakot, tapi jangan bawa label Gubernur Jabar dong," tegasnya.

Ketua GMNI Bekasi Farid Hardiman menambahkan, persoalan dukungan Ahmad Heryawan menunjukkan lemahnya etika Heryawan sebagai seorang pejabat publik. Dalam hal ini Heryawan meski juga kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), seharusnya ia bisa memosisikan diri dengan baik dan benar. "Ada kalanya dia harus berperan sebagai seorang politisi ada kalanya dia harus berperan sebagai pejabat publik. Dia harusnya bisa membedakan itu. Dan untuk urusan dukungan Heryawan, GMNI menyesalkan itu," kata Farid.

Oleh karena itu, Farid meminta agar Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan membuat permohonan maaf terhadap masyarakat Kota Bekasi. "Kami minta Gubernur minta maaf. Kami tidak ingin ada konflik di tengah masyarakat. Akibat keberpihakan gubernur kepada salah satu kandidat," tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Pengurus Pemuda Demokrat Indonesia Kota Bekasi Agung Sulistyo meminta kepada Mendagri Gamawan Fauzi untuk segera memproses laporan yang telah diberikan oleh AMBM. "Kami minta agar Gubernur diproses dan diberi sanksi sesuai ketentuan yang ada. Supaya ada efek jera dan tidak terulang lagi hal semacam ini di daerah lain," pungkas Agung. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger