' Diduga Ajang Bacakan Pejabat FMB Desak Penegak Hukum Selidiki Proyek Mamin - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Diduga Ajang Bacakan Pejabat FMB Desak Penegak Hukum Selidiki Proyek Mamin

Diduga Ajang Bacakan Pejabat FMB Desak Penegak Hukum Selidiki Proyek Mamin

Written By dodi on Monday, October 22, 2012 | 7:00 AM


CIREBON (LJ)– Kalangan mahasiswa yang tergabung dalam FMB (Forum Mahasiswa Bersatu) Indonesia Kota Cirebon soroti proyek pengadaan makan dan minum (mamin) harian pasien serta pegawai di RSUD Gunung Jati. Pasalnya, pelaksanaan proyek miliaran itu diduga kuat menjadi ajang bancakan para pejabat di lingkungan RSUD maupun Pemkot Cirebon.

 "Kami melihat kejanggalan dalam pelaksanaan proyek tersebut. Makanya, kami mendesak penegak hukum baik aparat kepolisian maupun kejaksaan untuk melakukan penyelidikan terhadap proyek itu," tegas Ade Sukrisna, Sekjen (sekretaris jendral) FMB Indonesia kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Menurut dia, dalam pelaksanaan lelang proyek mamin di RSUD Gunung Jati disinyalir pemenang tendernya sudah diplot atau telah diamankan, baik oleh pejabat RSUD ataupun Pemkot Cirebon. Alasannya, karena dengan proyek miliaran bukan hal mustahil adanya permainan atau yang disebut kongkalingkong dalam pelelangan tender tersebut.

 "Di sisi lain kami juga menilai kemampuan para pengusaha lokal atau yang berasal dari Cirebon, mana mungkin ada yang mampu untuk memenangkan proyek dengan pagu anggaran miliaran. Ini bagi kami sangat mustahil mas kalau ada pengusaha Cirebon yang mendapatkannya," ujar Ade.

Selain itu, pelayanan terhadap pasien terutama dalam masalah pemberian mamin sering dikeluhkan, karena setiap kali pasien yang di rawat inap menerima mamin selalu tidak memuaskan. "Pernah saudara di rawat di RSUD Gunung Jati, memang benar apabila dalam pemberian mamin nya itu sangat tidak memuaskan. Sehingga kami mengambil alih agar dilakukan perawatan di rumah sakit lain," tukas Ade.

Sementara, Dr. Heru Purwanto, Direktur Utama (Dirut) RSUD Gunung Jati saat diminta keterangannya terkait permasalahan mamin, ia terkesan lepasan tangan. Kenapa, sebab ia mengaku kalau masalah mamin bukan bagiannya. 

 "Kalau untuk masalah mamin lebih tepatnya silahkan saja koordinasi dengan pihak Humas RSUD Gunung Jati, Dr. Yayat. Karena semua mamin itu di handel pihak kabag humas, tetapi masalah mamin itu biasanya disesuaikan dengan kondisi banyaknya pasien, misalkan pasien itu berkurang maka pengadaan mamin itu diperkecil," terangnya kepada LINGKAR JABAR singkat.    

Hasil temuan LINGKAR JABAR, untuk jumlah pasien di RSUD Gunung jati itu perhari selalu mengalami peningkatan. Bahkan menyangkut anggaran pengadaan mamin harian pasien dan pegawai di RSUD Gunung Jati tahun anggaran 2011 yang diperuntukan untuk tahun anggaran 2012 sebesar Rp4,4 miliar melalui tender LPSE. Namun entah ada permasalahan apa, proyek pengadaan mamin tahun 2011 batal dilakukan dan diulang kembali ditahun 2012.

Untuk pemenang tender mamin pasien dan pegawai RSUD Gunung Jati yang berasal dari anggaran tahun 2011 itu diikuti 19 peserta lelang dimenangkan CV. Aroma Utama beralamat Jl. Kesambi Baru Nomor 20 B Kota Cirebon dengan harga penawaran sebesar Rp. 3.9 Miliar. EKA/MAN/PIP (C12)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger