' Daud Yordan Akan Bertarung Habis-Habisan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Daud Yordan Akan Bertarung Habis-Habisan

Daud Yordan Akan Bertarung Habis-Habisan

Written By dodi on Wednesday, October 10, 2012 | 7:00 AM

BOGOR - Juara dunia tinju kelas bulu International Boxing Organization (IBO) asal Indonesia, Daud Yordan, mengaku tidak akan meremehkan penantangnya Choi Tseveenpurev asal Inggris yang akan menghadapinya dalam pertarungan perebutan gelar di Singapura, 9 November 2012. Karenanya, Daud kini mempersiapkan diri sebaik-baiknya dan akan bertanding habis-habisan guna mempertahankan gelar yang disandangnya kini.

Petinju dengan rekor bertarung 29 kali menang (23 di antaranya dengan KO) dan dua kali kalah ini mengatakan, dari sisi usia, memang dia lebih muda dibandingkan dengan petinju yang berasal dari Inggris tersebut. Daud Yordan saat ini berusia 25 tahun, sedangkan Choi Tseveenpurev berusia 41 tahun. Selain itu, katanya, dari rekor bertarung, dia juga lebih baik karena saat ini memiliki rekor bertarung 29 kali menang dan dua kali kalah.

Sementara Choi Tseveenpurev memiliki rekor bertarung 36 kali menang (24 di antaranya dengan KO) dan lima kali kalah. "Kalau saya lihat rekaman pertarungan dia, Choi itu makin tua makin menjadi, jadi tak bisa diremehkan. Apalagi dia punya stamina dan teknik bertanding yang cukup baik," kata petinju yang bernaung di Sasana Kayong Utara itu dalam keterangan persnya, kemarin.

Dia mengatakan, dirinya dengan Choi memiliki kesamaan dalam gaya bertarung, yaitu sama-sama petinju fighter sehingga siapa yang kuat dan pintar mengatur strategi bakal keluar sebagai pemenang. "Saya tetap akan menerapkan gaya bertinju sama dengan dia. Artinya, saya akan melakukan pertarungan jarak dekat dengan melancarkan pukulan," kata petinju yang merebut gelar juara dunia setelah menang KO atas petinju Filipina Lorenzo Villanueva itu.

Choi Tsevenpureev adalah petinju kelahiran Mongolia yang saat ini tinggal di Inggris. Pertarungan terakhir Choi adalah saat menang TKO pada ronde kedelapan atas petinju Perancis, Bastien Rozeaux, di The Troxy, Inggris, 23 Maret 2012. Sementara itu, pertarungan terakhir yang dijalani Daud Yordan adalah saat menang KO pada ronde kedua atas petinju Filipina Lorenzo Villanueva di Singapura, 5 Mei 2012.

Choi Tseveenpurev juga pernah menghadapi petinju Australia, Jackson Asiku, yang sempat menjadi mitra tanding pemegang gelar Super Champion kelas bulu WBA, Chris John.
Pada pertarungan yang digelar di York Hall, Bethnal Green, London, Inggris, 7 November 2011, Choi menang atas Jackson Asiku.  Pertarungan melawan Daud Yordan merupakan pertarungan pertama Choi menghadapi petinju dari negara Asia. Sebab, selama ini, Choi selalu menghadapi petinju dari Eropa, Australia, maupun Afrika.

Strategi Chris Jon

Sementara itu, pemegang gelar Super Champion kelas bulu WBA, Chris John, sudah mempersiapkan strategi jelang pertarungannya melawan Chonlatarn Piriyapinyo (Thailand) di Singapura, 9 November 2012. Dia akan menjaga jarak saat melawan petinju Thailand tersebut. "Tentunya saya tetap akan menjaga jarak saat bertarung melawan dia," kata pemegang rekor bertarung 47 kali menang (22 di antaranya dengan KO) dan dua kali seri yang dihubungi secara terpisah.

Menurut Chris John, mereka berdua memiliki gaya bertarung yang sama yaitu counter boxer. Dengan demikian, tentu ada upaya untuk menjaga jarak bertarung. "Saya tetap akan menerapkan gaya bertarung saya, yaitu counter boxer," katanya. Pertarungan melawan petinju Thailand ini merupakan duel ke-17 bagi petinju dengan julukan "The Dragon" tersebut untuk mempertahankan gelarnya, sejak dia merebutnya dari petinju Kolombia, Oscar Leon, melalui pertarungan ad-interim di Bali pada 2003.

Dalam 16 pertarungan sebelumnya, petinju asal Kabupaten Banjarnegara, Jateng, tersebut lima kali melakoninya melalui tarung wajib dan 11 kali melalui pertarungan pilihan. Kelima pertarungan wajib yang dijalani Chris John adalah melawan Jose Cheo Rojas (Venezuela), Juan Manuel Marquez (Meksiko), Derrick Gainner (Amerika Serikat), Roinet Caballero (Panama), dan Hiroyuki Enoki.

Bahkan usai memenangkan pertarungan melawan Hiroyuki Enoki, Chris John mendapat gelar Super Champion karena berhasil mempertahankan gelarnya sebanyak 10 kali tanpa putus. Sementara itu 11 tarung pilihan yang dijalani Chris John adalah melawan Osamu Sato dan Zaiki Takemoto (Jepang), Jose Rojas (Venezuela), Tommy Brown (Australia), Renant Acosta (Panama), dua kali melawan Rocky Juarez (Amerika Serikat), Fernando Saucedo (Argentina). Dia juga pernah melawan Daud Yordan (Indonesia, Stanyslav Merdov (Ukraina), dan terakhir melawan petinju Jepang Shoji Kimora pada pertarungan di Singapura, 5 Mei 2012. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger