' Dalih Untuk Bangun Pagar SDN 2 Pasalakan Lakukan Pungli - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Dalih Untuk Bangun Pagar SDN 2 Pasalakan Lakukan Pungli

Dalih Untuk Bangun Pagar SDN 2 Pasalakan Lakukan Pungli

Written By dodi on Thursday, October 18, 2012 | 7:00 AM

KAB CIREBON (LJ)- Pembangunan pagar SDN 2 Pasalakan Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon dikeluhkan orangtua siswa. Pasalnya, dalam pelaksanaan pembangunan pagar tersebut pihak sekolah diduga melakukan pungli (pungutan liar) dengan meminta duit kepada siswa.
Orangtua siswa yang namanya enggan disebutkan dengan alasan takut jika nanti anaknya mendapat perlakukan tidak baik saat sekolah membenarkan, apabila pihak sekolah meminta sumbangan kepada semua orangtua siswa untuk membangun pagar tersebut.
 "Setiap siswa diminta menyumbang oleh pihak sekolah, tapi anehnya sumbangan itu sudah ditetapkan besarannya," ungkapnya tanpa memberitahukan besaran sumbangan yang diminta sekolah kepada LINGKAR JABAR, kemarin.
Sementara, Kepala SDN 2 Pasalakan ketika ditemui di sekolah sedang tidak ada di tempat. Namun, pungli yang dilakukan SDN 2 Pasalakan diakui Suenda, Kepala UPTD (Unit Pelaksana Teknis Dinas) Pendidikan Sumber, tetapi hal itu sudah diklarifikasi dengan Iman, Kepala Seksi (Kasi) Kesiswaan pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon.
 "Sumbangan yang diminta SDN 2 Pasalakan kepada siswa memang ada, tapi semuanya sudah dilakukan klarifikasi sama Kasi Kesiswaan, silahkan saja tanyakan kesana," ujarnya seakan melakukan pembelaan kepada pihak sekolah.
Seolah pungutan yang dilakukan sekolah itu sudah direncanakan dan disepakati lembaga pendidikan di Kabupaten Cirebon, Iman, Kasi Kesiswaan malah mengaku tidak tahu menahu masalah pungutan tersebut. Alasannya, bukan bagian atau bidangnya.
 "Wah kalau masalah itu bukan bidang saya," akunya.
Terpisah, Ketua DPD Lembaga Palapa Sakti Pemersatu Bangsa, Asep Barna mengecam ulah sekolah yang sudah memanfaatkan pembangunan pagar untuk dijadikan alasan pungli. Terlebih sekarang ini sekolah tidak diperbolehkan melakukan pungutan dalam bentuk apapun, baik tingkat SDN maupun SMPN.
 "Karena semua biaya disatuan pendidikan sudah dibantu pemerintah melalui BOS (Biaya Operasional Sekolah)," paparnya.
Asep menambahkan, apa yang sudah dilakukan SDN 2 Pasalakan bertentangan dengan Permendikbud no 51 tahun 2011 tentang petunjuk teknis BOS serta Permendikbud no 44 tahun 2012, karena didalam kedua peraturan itu sekolah tidak diperbolehkan melakukan pungutan kepada orangtua siswa.
 "Berarti sekolah itu sudah melanggar aturan dan harus ditindak tegas Disdik. Khawatir bila dibiarkan akan terjadi pungli serupa ditiap sekolah di Kabupaten Cirebon," tukasnya. NAN
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger