' Dada Minta Distamkam Benahi Taman - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Dada Minta Distamkam Benahi Taman

Dada Minta Distamkam Benahi Taman

Written By dodi on Wednesday, October 31, 2012 | 7:00 AM

BANDUNG (LJ)- Wali Kota Bandung Dada Rosada minta Dinas Pertanaman Kota Bandung membenahi Taman Tegallega, setidaknya agar tidak terlalu kumuh."Taman Tegallega dulu kumuh karena penuh pedagang kaki lima (PKL) kemudian menjadi indah karena PKL pindah ke Gedebage," ujar Dada seusai Konsolidasi Kampus bebas Narkoba di Jalan Lengkong, Selasa (30/10).
  
Dada menyesalkan jika Taman Tegallega sampai tak terurus. Walau tidak ada dana pemeliharaan minimal tidak penuh dengan sampah. "Dinas taman harus bertanggungjawab koordinasi dengan Dinas Kebersihan masalah sampah dan PKL kerjasama dengan Satpol PP," ujar Dada.
  
Menurut Dada, tak ada anggaran untuk Taman Tegallega sedangkan mengandalkan restribusi tidak mencukupi untuk biaya pemeliharaan. "Walau tak ada biaya pemeliharaan bukan berarti dibiarkan kumuh tapi harus dibenahi," ujar Dada.
  
Menyikapi hal tersebut DPRD Kota Bandung menyesalkan taman di Kota Bandung  banyak yang tak terawat, bahkan Taman Tegallega kumuh dan sering digunakan untuk mesum.
  
Menurut wakil rakyat Agus Gunawan,anggota komisi C mengatakan, Taman Tegallega tidak terawat dan kumuh, kondisinya tak terawat, gelap dan kotor.Hasil pantauan di lapangan ada beberapa taman di Kota Bandung dengan kondisi memprihatinkan. Contohnya di Tegallega yang katanya taman internasional karena para kepala negara Asia menanam pohon tapi tong sampah pada rusak sehingga sampah menumpuk hingga meluap kemana-mana. "Begitu juga drainase tak berfungsi,"jelasnya kepada wartawan di ruang kerjanya jalan Aceh Bandung, Selasa (30/10).
 
Selain itu tempat burung dan toilet rusak, pohon gersang . Parahnya lagi kata dia, banyak pasangan bermesraan di taman, semua ini tidak bisa dibiarkan,imbuhnya seraya menegaskan, minta Pemerintah Kota Bandung untuk membenahi taman kota apalagi Tegallega sebagai paru-paru kota apalagi kini pedagang kaki lima (PKL) di Tegallega semakin banyak.
  
Ia mempertanyakan biaya masuk ke hutan kota Tegallega seharga Rp 1.000,tetapi tidak diimbangi dengan pengamanan dan pemeliharaan taman. Seolah-olah taman digratiskan sehingga dibiarkan tak terawat. "Target pemasukannya sekitar Rp 1 miliar dari taman Tegallega diharapkan bisa tercapai karena setiap minggu selalu digelar berbagai acara," ujar Agus.(FER)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger