' Buruh Desak Bupati Bogor Mundur - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Buruh Desak Bupati Bogor Mundur

Buruh Desak Bupati Bogor Mundur

Written By dodi on Tuesday, October 30, 2012 | 7:00 AM


BOGOR - Belasan ribu buruh se-Kabupaten Bogor melakukan aksi mogok daerah (modar) dengan cara mengepung kantor Bupati Bogor di Jalan Raya Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Aksi yang dimulai pukul 10.00 WIB itu  menuntut Bupati Bogor Rachmat Yasin mundur dari jabatannya lantaran hingga pukul 16.00 WIB, orang nomor satu di Kabupaten Bogor tidak juga menemui mereka, apalagi memenuhi dua tuntutannya yakni hapus sistem kerja outsourching/kontrak dan menaikan upah minimum kabupaten (UMK) sebesar Rp3,2 juta dan upah minimum sektoral kabupaten (UMSK).

"Kita tidak akan menyerah untuk memperjuangkan UMK dan penghapusan sistem outsourching. Kalau Bupati Bogor Rachmat Yasin enggan menemui kita juga, kita akan turun lebih banyak lagi dan mendesak Bupati Bogor mundur dari jabatannya," kata Djuher Effendi perwakilan buruh dalam orasinya, kemarin.

Bahkan, dalam aksinya ratusan ribu buruh dari berbagai perusahaan yang ada di Kabupaten Bogor sempat kecewa dengan Pemkab Bogor dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Bogor.

Pasalnya, pertemuan antara buruh dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Nurhadi dan perwakilan pengusaha tiga kali deadlock alias tidak membuahkan hasil. "Pertemuan tadi deadlock karena mereka (Pemkab dan Apindo) bersikeras enggan memenuhi tuntutan kita terkait penetapan UMSK sebesar 20 persen. Mereka ngotot hanya sanggup memenuhi 5 persen saja maka dari itu kita tinggalkan ruangan," ujar Iwan S salah satu perwakilan buruh dihadapan massanya usai melakukan pertemuan.

Lantaran tidak dipenuhi, ratusan ribu buruh langsung bergerak memblokir sejumlah ruas jalan, mulai dari Jalan Raya Tegar Beriman, kemudian Jalan Raya Bogor-Jakarta hingga Jalan tol Jagorawi tepatnya dipintu tol sentul selatan.

Upaya pemblokiran tersebut sempat berbuntut kericuhan antara buruh dengan petugas kepolisian. Polisi yang sudah standbye bersiaga di akses pintul tol sentul selatan akhirnya membubarkan massa agar rencana pemblokiran tol dibatalkan.

Dalam aksi tersebut baik buruh maupun kepolisian sempat ada yang mengalami luka-luka. Namun massa akhirnya membubarkan diri secara bertahap setelah, pihak buruh dan kepolisian bernegosiasi. Ditambah lagi cuaca hujan deras mengguyur wilayah Bogor.

Tak sampai disitu, puluhan ribuan buruh dari berbagai elemen yang masih menduduki kantor Bupati Bogor di Jalan Raya Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor juga sempat memblokir Jalan Raya Tegar Beriman dan Jalan Raya Bogor-Jakarta. Akibatnya kedua ruas jalan tersebut lumpuh total selama 4 jam.

Sementara itu Kadisnakertrans Kabupaten Bogor Nurhadi menegaskan pihaknya tidak bisa memenuhi tuntutan para buruh karena telalu berat. "Ya win-win solution saja, bisa naik dari UMK dan UMSK sekarang yakni sesuai dengan aturan kemenakertrans sekurang-kurangnya naik 5 persen, kalau 20 persen cukup memberatkan para pengusaha. Apalagi tuntutan UMK sebesar Rp3,2 juta," katanya. DED/ALI
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger