' Budaya Kesenian Sunda yang Hampir Punah - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Budaya Kesenian Sunda yang Hampir Punah

Budaya Kesenian Sunda yang Hampir Punah

Written By dodi on Tuesday, October 23, 2012 | 7:00 AM


Kesenian budaya Sunda padjadjaran yang kini hampir punah seiring kemajuan zaman masih bisa dinikamti di sebuah pesantren Al-Fath di Kecamatan Gunung Guruh Sukabumi, Jawa Barat. Kesenian ini akan terus dilestarikan meski teknologi modern berkembang pesat dan melupakan kekayaan seni budaya Sunda.

Tarian pencak silat dan permainan bola api yang disuguhkan oleh para santri dari pesantrean Al-Fath di Kecamatan Gunung Guruh Sukabumi, Rabu(11/7) menjadi bukti salah satu untuk mempertahankan kesenian budaya Sunda Padjadjaran. Selain dua kesenian itu para santri ini menampilkan manggul lisung atau mengangkat lesung. Tarian ini merupakan peninggalan kerajaan Prabu Siliwangi saat melakukan perlawanan terhadap musuh yang ingin menguasai kekuasaan Tataran Sunda. Tarian ini juga menjadi simbol pemimpin yang membawa kesejahteraan rakyatnya agar terikat dan membela negaranya.

Selain itu tarian mengangkat lesung Padjadjaran menjadi tontonan yang sangat menarik, karena orang yang mengangkat beban itu seperti orang yang kerasukan mahluk hingga tak sadarkan diri setelah dipukul tongkat.Namun tarian yang berjalan hingga 20 menit itu akhirnya bisa kembali diredakan oleh seorang pemimpin pesantren Al-Fath, Fajar Laksana dan Iwan Sulandjana yang didaulat menjadi tokoh budaya Sunda.

Sementara itu pesantren Al-Fath juga memiliki sebuah museum yang menyimpan benda-benda peninggalan yang diklaimnya sebagai benda peninggalan kerajaan Padjadajaran, seperti batu-batu prasasti, keris, lukisan serta tulisan sangsakerta Prabu Siliwangi.

“Minat pemuda terhadap kebudayaan Sunda saat ini sangat kurang dibanding budaya barat, terbukti dilapangan jika kesenian musik barat sangat diminati oleh generasi sekarang, hal ini bisa membawa kesenian sunda akan punah jika para tokoh seni maupun pendidik di sekolah harus mengembalikan budaya seni harus digalakan kembali, karena dalam waktu lima atau sepuluh tahun lagi kesenian ini akan hilang dan tidak dikenal”, Jelas pimpinan pesantren Al-Fath Fajar Laksana. ANG
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger