' BPK Sangkal Dokumen Audit Hambalang yang Beredar - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » BPK Sangkal Dokumen Audit Hambalang yang Beredar

BPK Sangkal Dokumen Audit Hambalang yang Beredar

Written By dodi on Thursday, October 25, 2012 | 7:00 AM


BOGOR - Beberapa hari terakhir ini masyarakat luas disibukan dengan polemik tentang hasil Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP BPK) atas proyek pusat olahraga nasional di Hambalang, Citereup-Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Polemik ini mencuat setelah dokumen LHP BPK yang beredar di publik tidak mencantumkan nama Menpora Andi Malarangeng sebagai pihak yang bertanggungjawab atas kasus Hambalang, sehingga muncul tudingan LHP BPK itu telah diintervensi pihak tertentu.

Walhasil, pimpinan dan anggota BPK pun merasa gerah, sehingga merasa perlu mengklarifikasinya. Rabu (24/10), pihak BPK secara resmi menyatakan bahwa dokumen yang berisi kesimpulan LHP audit investigatif atas proyek Hambalang, bukanlah dokumen resmi dan sahih. "Kami dari awal sudah mengatakan, karena kode etik, untuk yang berkembang di luar itu tak ada dari BPK. Itu tak resmi, dan tak perlu ditanggapi," kata Ketua BPK, Hadi Purnomo, dalam keterangan persnya.

Seperti diketahui, copy dokumen kesimpulan hasil audit BPK yang menyebutkan temuan lembaga itu atas dugaan kerugian negara dalam proyek Hambalang, menyebutkan juga nama sejumlah pejabat negara yang diduga harus bertanggung jawab atas kerugian negara itu. Para pejabat dimaksud tersebar di beberapa lembaga, seperti Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Uniknya, walau nama Menkeu Agus Martowardoyo dan Wamenkeu Anny Ratnawati disebut sebagai bagian dari yang harus bertanggung jawab atas kerugian negara itu, nama Menpora Andi Mallarangeng hilang. Publik pun menjadi gaduh, terlebih setelah anggota BPK Taufiqurahman Ruki menyatakan bahwa LHP BPK itu ada yang mengintervensi.

Dalam klarifikasinya, Hadi menegaskan pula, tak ada perpecahan di internal pimpinan BPK terkait audit proyek Hambalang itu. "Semuanya tetap akur dan baik-baik saja," klaim dia.
Ditambahkannya, tidak ada unsur BPK yang pernah mengeluarkan data soal audit itu, karena dilarang oleh kode etik lembaga tersebut. "Kami tak berani membuka datanya. Nanti tunggu saja. Karena masih ada tambahan data baru, pemeriksaan juga masih berlangsung. Sekarang ini sudah 85 persen," imbuh dia.

Sementara itu, anggota BPK Rizal Djalil juga menegaskan keraguannya terhadap dokumen LHP BPK yang beredar di publik saat ini. Sebab dokumen yang asli, tidak akan mudah bocor dan beredar luas. Ketika ditunjukan salinan Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif proyek Hambalang itu, Rizal tetap bersikeras meragukannya.

Menurutnya, laporan akhir harus ada nomor dan pihak yang menandatangani sementara di salinan yang diperoleh wartawan kedua hal tersebut tidak ada. "Saya yakin bahwa yang asli ada disini (BPK), tidak beredar ke luar. Bisa saja orang mengaku-ngaku. Kalau audit BPK yang beredar, pasti ada nomornya dan lengkap semua," ujar Rizal.

Di lain pihak, Anggota Komisi X DPR Dedy Gumelar mengaku hasil audit yang dibacanya sama dengan salinan yang diperoleh wartawan. "Betul itu, tanggal 1 Oktober. Draft tahap pertama," ujar Dedi saat dihubungi wartawan. Sayang, Dedy tidak menjelaskan asal usul dokumen yang dibacanya. Dia hanya membenarkan hasil audit tersebut sama sekali tidak mencantumkan keterlibatan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng.

"Itu dia, di laporan itu mentok-mentoknya di Sesmenpora. Cuma ini tidak masuk di logika kita semua," ucapnya seraya menambahkan dirinya tidak mempersoalkan salinan hasil audit yang bocor ke publik tersebut sebab baru tahap sementara. Menurutnya, yang terpenting sekarang adalah laporan hasil akhir audit BPK terhadap proyek Hambalang. Karenanya, dia menilai, laporan sementara sangat wajar jika tidak ada tanda tangan atau pun nomor laporan. "Kita tunggu saja hasil akhirnya yang sudah diteken BPK," imbuhnya. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger