' Berebut Jadi 'Bos' Demokrat Jabar - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Berebut Jadi 'Bos' Demokrat Jabar

Berebut Jadi 'Bos' Demokrat Jabar

Written By dodi on Thursday, October 18, 2012 | 7:00 AM

BANDUNG - Setelah tertunda cukup lama, Musyawarah Daerah (Musda) II Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jabar akhirnya dipastikan terselenggara pada 20-21 Oktober. Tentu saja, agenda terpenting dalam Musda nanti adalah pemilihan Ketua DPD. Pertarungan politik di Demokrat Jabar pun dipastikan berlangsung seru, karena tiga tokoh yang menjabat posisi bos di lembaga penyelenggara daerah dan partai, sejak beberapa bulan lalu disebut-sebut bakal bersaing keras berebut posisi puncak di DPD Partai Demokrat Jabar.

Mereka adalah Walikota Bandung Dada Rosada, Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanagara dan Ketua DPD Demokrat saat ini, Mayjend TNI Purn Jabar Iwan Sulandjana, yang merupakan salah satu orang dekat Ketua Dewan Pembina Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. Di internal Demokrat, kabar itu sudah santer terdengar. Namun belum diketahui pasti apakah mereka akan benar-benar maju dalam bursa pencalonan saat Musda atau tidak.

Terkait dengan pemilihan Ketua DPD yang diprediksi berlangsung ketat dan panas, Ketua SC Musda Didin Supriadin enggan berkomentar. Ia menyatakan kapasitasnya tidak dalam konteks bicara masalah calon ketua DPD. "Sebagai panitia, saya hanya bertugas mempersiapkan pelaksanaan Musda, bukan mengurusi masalah ketua DPD," kata Didin dalam jumpa pers di Kota Bandung, Rabu (17/10).

Sebelumnya, Iwan Sulandjana juga ogah bicara panjang lebar. "Kita lihat nanti lah," kata Iwan saat disinggung akan mencalonkan jadi ketua DPD atau tidak. Iwan sendiri baru satu periode menjabat sebagai ketua DPD. Setelah masa jabatannya selesai, posisinya diperpanjang karena pelaksanaan Musda diundur lebih dari setahun.

Dijelaskannya, pemilihan ketua baru memang jadi salah satu agenda utama. Di luar itu, ada agenda lain yang akan dibahas. "Yang pasti nanti dibahas program kerja ke depan dan laporan pertanggungjawaban kepengurusan DPD di bawah saya," paparnya.

Menariknya, Iwan malah menilai pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) tidak digelar pekan ini. Sebaiknya, kata Iwan, pelaksanaan digelar usai verifikasi partai politik dan pendaftaran Calon Gubernur (Cagub) di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar. "Saya sih inginnya Musda setelah verifikasi, kemudian daftar calon gubernur. Setelah semua itu baru musda. Biar nggak ada beban," katanya.

Iwan khawatir proses verifikasi akan terganjal administrasi. Pasalnya saat ini seluruh berkas ditandatangani dia selaku Ketua DPD. Namun pada saat verifikasi nanti, yang akan melaksanakan tandatangan adalah ketua terpilih. "Kalau saya lagi yang terpilih mungkin bukan masalah besar. Tetapi bagaimana kalau beda? Saya sudah beri saran kepada pimpinan bahwa ini waktu yang tidak pas untuk musda," tandasnya

Sekedar informasi, persaingan antara Iwan Sulandjana dengan Irfan Suryanegara dalam berebut pengaruh di partai ini sebenarnya sudah terlihat sejak lama. Bahkan beberapa waktu lalu, kubu Iwan sempat melaporkan ke Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat soal adanya money politic kepada pengurus cabang kota dan kabupaten yang dilakukan kelompok Irfan. Namun entah kenapa, pengaduan kubu Iwan itu tidak direspon oleh DPP sampai kini.

Banyak pihak memperkirakan, Musda kali ini akan berjalan alot dan seru akibat persaingan kubu Iwan dengan Irfan yang sama-sama memiliki akses ke elite partai. Dampak pertarungan dua kubu ini diprediksi malah akan menguntungkan Dada Rosada yang praktis tidak berkonflik dengan Iwan maupun Irfan. Dada bisa saja menjadi 'kuda hitam' dan tiba-tiba meruntuhkan hegemoni dua elite Demokrat di Jabar itu. FER/HER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger