' Bank Mandiri Bersiap Terbitkan KIK-EBA Akhir 2012 - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Bank Mandiri Bersiap Terbitkan KIK-EBA Akhir 2012

Bank Mandiri Bersiap Terbitkan KIK-EBA Akhir 2012

Written By dodi on Wednesday, October 3, 2012 | 7:00 AM


BOGOR - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) kini tengah mematangkan kajian untuk menerbitkan kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK-EBA). Informasinya, produk tersebut akan dirilis pada akhir tahun ini. Bank Mandiri sengaja mengeluarkan KIK-EBA karena obligasi rekapitalisasi yang available for sale (AFS) mencapai Rp 54 triliun.

"Itukan sudah kami keluarkan melalui penjualan obligasi rekap yang di-bundling dengan pinjaman valas dan sebagian sisanya yang untuk KIK-EBA (tapi bukan seluruhnya untuk KIK-EBA)," kata Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini dalam keterangan persnya, Senin (1/10).

Menurut Zulkifli, penerbitan produk KIK-EBA tersebut akan menperlancar jumlah obligasi rekap perusahaan yang selama ini tertahan di Kementerian Keuangan. Dibanding tidak digunakan, maka pihaknya ingin menjadikan aset perusahaan tersebut menjadi aset lancar. Sayangnya, Zulkifli belum mau mengungkapkan berapa besaran dari obligasi rekap yang akan dikeluarkan untuk mekanisme KIK-EBA ini.

Tapi dari jumlah obligasi rekap yang dimiliki perusahaan saat ini mencapai Rp 72 triliun. Sementara jumlah obligasi rekap sebesar Rp 52 triliun telah mendapat jatah untuk ditukar dengan pinjaman valuta asing, khususnya dari pihak bank asing. Sehingga diperkirakan jumlah penerbitan KIK-EBA sebesar Rp 20 triliun. "Makanya kita akan kaji terhadap recap-bond dengan mengeluarkan KIK-EBA, itu masih dalam proses. Kalau angkanya belum, karena masih proses," tambahnya.

Sekadar catatan, produk KIK-EBA ini memang menarik bagi Bank Mandiri. Hal itu disebabkan produk tersebut berkaitan dengan kredit pemilikan rumah (KPR). Selain itu produk KIK-EBA ini juga merupakan jangka panjang. Dan pertumbuhan KPR di Bank Mandiri cukup baik yang tahun ini sudah mencapai Rp 20 triliun. "Pertumbuhan KPR tahun ini mencapai 31 persen tapi di Juli dan Agustus sudah ada penurunan, jadi 27 persen," tambah Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Pahala N. Mansury.

Penjualan KIK EBA tersebut akan dikhususkan untuk pasar domestik terutama nasabah dana pensiun. Sebagai catatan saja, produk KIK EBA saat ini belum terlalu populer. Bahkan hanya PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) saja yang sudah menerbitkan produk ini. Likuiditas perdagangan KIK EBA di Bursa Efek Indonesia (BEI) pun masih sepi peminat dan belum terlalu likuid.

Kurang 'lakunya' produk berjenis sekuritisasi aset ini disinyalir karena masih minimnya sosialisasi ke masyarakat. Padahal KIK EBA dapat menjadi salah satu alternatif investor untuk berinvestasi selain saham dan obligasi. Berdasarkan data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), di sepanjang 2012, total sekuritisasi dari empat produk KIK-EBA baru mencapai Rp 1,95 triliun. Keempat produk EBA tersebut adalah Danareksa SMF I-KPR BTN, Danareksa SMF II-KPR BTN, Danareksa BTN01-KPR dan Danareksa. SAL
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger