' Badak Indonesia Semakin Terancam Punah - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Badak Indonesia Semakin Terancam Punah

Badak Indonesia Semakin Terancam Punah

Written By dodi on Monday, October 8, 2012 | 7:00 AM

KAB.BOGOR (LJ) – Populasi badak di Indonesia terancam punah, hanya ada ada di kawasan Sumatera dan kawasan taman nasional Ujung Kulon. Guna menjaga keberadaan satwa milik Indonesia yakni, badak Jawa dan badak Sumatera, berbagai upaya dilakukan.

Salahsatunya dengan melakukan usaha konservasi badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) secara semialami seperti mengawinkan badak jantan Andalas dengan Ratu di Taman Nasional Way Kambas yang sukses melahirkan satu anak. "Anak badak ini sekarang diberi nama Andatu, artinya bisa andalas dan ratu dan bisa juga singkatan dari anugrah tuhan," jelas Direktur Yayasan Badak Indonesia, Widodo S Ramono, seraya mengatakan, populasi badak Sumatera tidak lebih dari 150 ekor. Sedangkan badak Jawa hanya berkisar 35-45 ekor.

Rumah atau habitat badak Sumatera masih berada di 3 taman nasional di pulau Sumatera.Sementara habitat badak Jawa hanya ada di Taman Nasional Ujung Kulon.Organisasi Internasional Rhino Foundation dan WWF merilis, populasi badak Jawa di salah satu taman nasional di Vietnam telah punah.

“Untuk itu, jika kita ingin badak jawa tetap ada, mari kita jaga mereka yang sekarang masih ada di Ujung Kulon,”kata Ramono dalam orientasi wartawan konservasi (OWA-ka)2012, yang digelar Forum Konservasi Satwa Liar (Foksi) sejak Sabtu (6 s/d 7/10) di Taman Safari Indonesia di Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Sabtu (6/10) di Taman Safari Indonesia Puncak Bogor.

Kelahiran bayi badak perkawinan Andalas dan Ratu yang kemudian dinamai "Andatu" menandai kesuksesan program penambahan populasi badak sumatera di Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Kelahiran Andatu telah ditunggu-tunggu karena merupakan kelahiran badak Sumatera pertama di Sumatera sejak 124 tahun terakhir.

Ditambahkan, populasi badak selain karena sudah dalam berkembang biak, juga karena faktor eksternal seperti adanya upaya menghadapi serangan dari binatang lainnya seperti Banteng dan harimau. Widodo menambahkan, pelestarian badak bisa dilakukan melalui tiga tahapan yakni, mendapat pasokan makan yang cukup, minum yang baik dan mendapat tempat berlindung yang nyaman.

Pada kegiatan itu, para peserta yang terdiri dari puluhan wartawan media cetak danelektronik di Indonesia mencoba melakukan tugas-tugas keeper saat pagi hari, antara lain membersihkan kandang, memandikan satwa, dan menyiapkan makanan di kandang sebelum para satwa digiring keluar ke area tempat pengunjung.

Kandang satwa yang disasar antara lain kandang gajah, kuda, dan reptil. Menurut Koordinator OWA-K 2012, Sulhan Syafii, kegiatan magang menjadi keeper satwa itu untuk menumbuhkan rasa cinta dan memiliki para awak media kepada satwa. "Harapan kami, produk tulisan yang mereka buat, muatannya lebih berpihak kepada kepentingan pelestarian satwa, khususnya yang dilindungi negara," katanya.

Seperti diketahui, perburuan satwa liar yang dilindungi negara akhir-akhir ini kian marak di sejumlah kawasan habitat. Sebagian besar perburuan yang dilakukan manusia itu dilakukan dengan alasan ekonomi. Sebelum mendapat kesempatan "bertugas" sebagai keeper, para wartawan peserta OWA-K menerima sejumlah materi konservasi seperti pelestarian Badak Jawa, Harimau Sumatera dan aturan berburu.(BSR)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger