' Atasi Masalah Trafficking, Pemerintah Harus Berani Bertindak - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Atasi Masalah Trafficking, Pemerintah Harus Berani Bertindak

Atasi Masalah Trafficking, Pemerintah Harus Berani Bertindak

Written By dodi on Monday, October 22, 2012 | 7:00 AM

SUKABUMI - Persoalan Trafficing atau perdagangan perempuan dan anak-anak, merupakan kejahatan lintas negara yang telah menjadi perhatian serius banyak negara. Dari data Bareskrim Mabes Polri, Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengalami 794 kasus pada tahun 2005 hingga 2009. Kasus ini dinilai cukup tinggi, di mana P2TP2A pada tahun 2009 sudah menangani serta memulangkan 198 korban trafficking.

"Kasus trafficking ini terjadi akibat beberapa faktor, yakni kemiskinan, tingkat pendidikan rendah, peran perempuan didalam keluarga serta pergeseran nilai hidup akibat kemajuan dan globalisasi," ungkap Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jabar, Netty Heryawan di sela-sela menghadiri sebuah acara di Sukabumi, Minggu (21/10). Karenanya, dalam menuntaskan kasus tersebut perlu keberanian pemerintah untuk melakukan moratorium serta tindakan tegas kepada perusahaan penyalur tenaga kerja ke luar negeri yang nakal serta ilegal.

Sebab, berbagai modus kejahatan dilakukan oleh perusahaan penyalur Tenaga Kerja Indonesia (TKI), diantaranya berani memalsukan identitas calon tenaga kerja serta mengiming-imingi dengan upah yang begitu besar. "Namun pada kenyataanya akibat perusahaan ilegal ini, tenaga kerja malah menjadi korban penganiayaan hingga menyebabkan meninggal bahkan tindak asusila," ujar Netty yang juga istri Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

Menurutnya, tingginya angka kekerasan terhadap TKI terjadi di daerah Arab Saudi, hal ini terjadi karena tidak adanya MoU atau kerjasama mengenai perlindungan tenaga kerja asing di negara tersebut."Maka dari itu tingkatkan kewaspadaan masyarakat dengan oknum perekrut tenaga kerja asing, dan jangan tergiur gaji yang besar, sebab tanpa keterampilan yang cukup ketika berada di negara asing TKI malah mendapat perlakuan tidak baik," ujarnya.

Sementara itu, Balai Latihan Tenaga Kerja Luar Negeri (BLTKLN) Jabar kerjasama dengan Union Migrant (Unimig) Indonesia menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Jabar Mengembara yang diikuti 120 masyarakat pencari kerja dan 100 anggotaTP PKK dan Posyandu Kab.Sukabumi. Sosialisasi dan Pelatihan Jabar Mengembara ini sebagai upaya mencegah terjadinya kasus perdagangan orang di Jabar.

"Jumlah korban perdagangan orang  di Jabar mencapai 27% dari jmlah kasus yang terjadi di  Indonesia atau peringkat kedua setelah Kalimantan Barat," Presiden Unimig Indonesia Muhammad Iqbal seraya menambahkan bahwa pihaknya memberikan apresiasi positif kepada Gubernur Jabar Ahmad Heryawan yang menggulirkan program Jabar Mengembara. Program ini merupakan upaya antisipasi terjadinya permasalahan TKI asal Jabar yang bekerja di luar negeri. Salahsatunya dengan mengadakan sosialiasi dan pelatihan kepada masyarakat pencari kerja di Kabupaten serta Kota.

Materi yang disampaikan terdiri dari penjelasan dani gambaran negara-negara tujuan TKI, pemahaman bekerja keluar negeri, hingga mempersiapkan calon TKI yang unggul dan siap berkompetitif di luar negeri, serta pengelolaan keuangan bagi calon TKI. “Ini sebagai bentuk serius dari Gubernur Jabar guna mengantisipasi permasalahan TKI asal Jabar salahstunya antisipasi terjadinya perdagangan orang dan TKI ilegal,” pungkas Iqbal. HEP/ANG
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger