' Antisipasi Penyakit Hewan Disnakkan Terjunkan 185 Petugas - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Antisipasi Penyakit Hewan Disnakkan Terjunkan 185 Petugas

Antisipasi Penyakit Hewan Disnakkan Terjunkan 185 Petugas

Written By dodi on Wednesday, October 24, 2012 | 7:00 AM

KAB.PURWAKARTA (LJ)– Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Purwakarta sepertinya tidak ingin kecolongan adanya hewan kurban yang tak sehat menjelang hari raya Idul Adha 2012 ini. Hal itu dibuktikannya dengan menerjunkan sebanyak 185 petugas yang tersebar di sejumlah lokasi tempat pemotongan hewan (RPH), untuk memastikan kesehatan hewan-hewan kurban di wilayahnya sehat atau tidak.
Petugas yang terjunkan tersebut, akan bekerja sejak H – 1 hingga H + 3 Idul Adha.

“Para petugas yang diturunkan di lapangan akan terkonsentrasi pada pemeriksaan pasca pemotongan. Sebab penyakit hewan akan diketahui, setelah hewan-hewan kurban di potong,” kata Hj. Sri Wuryasturati, Kabid Peternakan pada Disnakkan Kabupaten Purwakarta kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Sri mengatakan, petugas yang disebar disejumlah lokasi tempat pemotongan hewan tersebut, terdiri dari 72 orang petugas Disnakkan dan 100 orang dari masyarakat yang sudah mengikuti pelatihan, termasuk dari Himpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Purwakarta.

"Kami minta agar masyarakat berkoordinasi dengan petugas," ujarnya.

Meskipun hasil pemeriksaan hewan kurban dinyatakan sehat, sambung dia, namun pihaknya tetap mewaspadai hewan kurban yang dikhawatirkan terinfeksi kuman Tubercolosis (TBC). Sebab jika kuman tersebut bersarang di paru-paru hewan kurban bisa menular ke manusia melalui daging yang dikonsumsinya.

Terlebih, lanjutnya, jika daging hewan kurban yang terinfeksi itu tidak dimasak dengan sempurna atau memasaknya hanya setengah matang, maka hewan kurban yang positif terkena TBC akan cepat menular ketubuh manusia. Karenanya Disnakkan juga minta, masyarakat yang menerima daging kurban agar memasaknya dengan matang.

Sebenarnya, sambung Sri, ada beberapa jenis penyakit hewan yang harus di waspadai, seperti penyakit cacingan, penyakit kuku dan mulut, penyakit TBC dan antraks.

"Untuk penyakit antraks sendiri, di Kabupaten Purwakarta sampai saat ini masih aman. Namun masih ada penyakit jenis lainnya agak sulit terditeksi," jelasnya.

Penyakit TBC dan cacingan, dapat terlihat dari kondisi daging setelah hewan di potong. Termasuk pula, penyakit TBC yang bisa terditeksi dengan cara melihat bagian paru-parunya. Karenanya, Disnakan akan lebih meningkatkan pengawasan terhadap hewan kurban setelah dilakukan pemotongan.

Sebelum pemotongan dilakukan, pemeriksaan hanya dilakukan dibagian luar, seperti memeriksa mata, mulut dan kuku. Untuk penyakit TBC, Disnakkan sampai saat ini belum menemukan kasus tersebut di Purwakarta.

"Karena dari jauh-jauh hari sebelumnya, Disnakan sudah melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap hewan yang akan dijadikan kurban," akunya.

Begitu pula hewan kurban yang datang dari daerah Jawa Timur atau Jawa Tengah, sebelum masuk ke Purwakarta terlebih dulu harus dilakukan pemeriksaan di daerah Cirebon. Sedangkan untuk hewan dari Banten, akan diperiksa dulu di Bogor. "Jika jauh hari diketahui ada hewan sakit sakit, maka dilakukan karantina dan pengobatan dulu," tukas Sri. YAS
 
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger