' Anak Cuci Tangan Pakai Sabun, Cegah Serangan Penyakit - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Anak Cuci Tangan Pakai Sabun, Cegah Serangan Penyakit

Anak Cuci Tangan Pakai Sabun, Cegah Serangan Penyakit

Written By dodi on Thursday, October 18, 2012 | 7:00 AM

DEPOK - Mencuci tangan pakai sabun ternyata dapat mencegah anak terkena diare, infeksi sampai menurunkan kematian bayi hingga 50%. Namun, menurut data riset terakhir, hanya sedikit masyarakat Indonesia yang mencuci tangan pakai sabun dengan teratur dan benar.

Kajian Morbidity Diare di Masyarakat bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan kebiasaan cara mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun setiap sebelum makan hanya 35%, sisanya hanya cuci tangan dengan air. Berbagai penelitian yang dilakukan menyimpulkan bahwa cuci tangan pakai sabun dapat menurunkan kejadian diare sampai 47%, pneunonia hingga 50%, dan flu burung hingga 50%.

Kepada wartawan baru-baru ini, Maurits Lalisang, Chairman Unilever Indonesia mengatakan jumlah anak di Indonesia usia 0-14 tahun mencapai sekitar 71,5 juta jiwa. Namun jiwa mereka terancam penyakit infeksi menular yang masih menjadi persoalan kesehatan di Indonesia. Penyakit infeksi menular seperti diare dan pneumonia masih menjadi 10 besar penyakit rawat inap dan rawat jalan di rumah sakit, bahkan bisa menyebabkan kehilangan jiwa.

"Cuci tangan pakai sabun merupakan vaksin yang dapat dilakukan sendiri untuk mencegah berbagai kuman penyebab penyakit infeksi menular masuk ke dalam tubuh, untuk itu kami jadikan hari cuci tangan pakai sabun di Indonesia sebagai momentum untuk terus meningkatkan kebiasaan cuci tangan pakai sabun terutama dikalangan anak-anak," papar Maurits yang memimpin perusahaan produsen sabun dan shampo terkemuka di dunia ini.

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Dr Nafsiah Mboi menambahkan budaya cuci tangan pakai sabun seharusnya dilakukan pada lima waktu krisis yakni sebelum makan, sehabis buang air besar, sebelum menyusui, sebelum menyiapkan makan, setelah menceboki bayi dan setelah kontak dengan hewan. "Kegiatan cuci tangan pakai sabun semacam ini jangan hanya sebagai ceremony, tetapi harus menjadi budaya atau gaya hidup sehat yang dimulai sejak dini," tambah Menkes.

Menkes menjelaskan membiasakan diri untuk mencuci tangan pakai sabun berarti mengajarkan anak-anak dan seluruh keluarga hidup sehat sejak dini. Karenanya, cuci tangan pakai sabun dapat dengan mudah dilakukan dan tidak perlu mengeluarkan biaya banyak.
"Walaupun sudah menunjukan peningkatan, namun kebiasaan cuci tangan pakai sabun masyarakat Indonesia perlu ditingkatkan," jelasnya.

Menurut Menkes, untuk mewujudkan Indonesia bersih, sehat dan berkualitas perlu dimulai dengan hal-hal yang sederhana dan kongkrit di lingkungan dan tangga seperti edukasi kepada anak-anak dan keluarga akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan baik kebersihan diri pribadi serta peduli akan kondisi lingkungan sekitar.

Sejak lama, sektor swasta juga telah menjalankan peran penting mendorong kampanye perubahan perilaku sehat dengan mendukung dan mendani beberapa kegiatan promosi dalam bentuk kegiatan Kementerian Kesehatan atau juga dengan menjalankan program perubahan perilaku tersebut secara iternal di dalam perusahaan.

Selain itu, sektor swasta lainnya seperti Unilever, Adaro, Danone, Reckitt Beckinser terus melakukan kegiatan berkala melakukan program edukasi ke berbagai sekolah dasar dimana fokus utama program adalah untuk membangun kebiasaan sehat sejak usia dini, dan juga mendorong mereka untuk berbagai informasi dengan keluarga dan lingkungan mereka. INC/CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger