' Akibat Kehilangan Gabah Setiap Panen Petani Rugi Ratusan Ribu - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Akibat Kehilangan Gabah Setiap Panen Petani Rugi Ratusan Ribu

Akibat Kehilangan Gabah Setiap Panen Petani Rugi Ratusan Ribu

Written By dodi on Wednesday, October 17, 2012 | 7:00 AM



KAB.PURWAKARTA (LJ)– Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan (Distanhutbun) Kabupaten Purwakarta mencatat, selama ini para petani selalu menderita kerugian setiap kali panen hingga mencapai Rp500 ribu. Kerugian yang dialami petani itu diakibatkan, hilangnya gabah sebanyak 18 persen untuk sekali panennya.

 “Bila tidak segera ditanggulangi maka kerugian akan semakin bertambah. Bahkan para petani, bisa terus menerus kehilangan sebagian hasil produksinya,” ungkap Dedi Setyadi, Kepala Bidang Produksi dan Tanaman pada Distanhutbun Kabupaten Purwakarta kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Ia mengatakan, jika dalam satu ton padi yang dipanen hilangnya 18 persen, artinya para petani kehilangan gabahnya mencapai 180 kilogram. Sedangkan rata-rata hasil produksi petani Purwakarta, sebanyak enam ton per hektarnya. Dengan demikian, angka kehilangan gabahnya cukup tinggi dan harus segera dicarikan solusinya.

Kehilangan gabah ini, sambung Dedi, seakan bukan masalah bagi para petani. Bahkan mereka menilai, penyebab kehilangan gabah ini bisa dirunut mulai dari pemotongan padi, merontokan bulirnya, proses memasukan padi ke dalam karung, dan proses pengangkutan sampai ke proses penggilingan padi.

Dari berbagai tahapan itu, lanjutnya, banyak bulir padi yang terbuang. Bila dikumpulkan, bisa mencapai 180 kilogram setiap tonnya atau setara 1.080 kilogram perhektarenya. Sehingga, setiap panen para petani selalu menderita kerugian sangat besar angka kehilangannya.

 "Masalah itu, tentu saja harus segera dicarikan solusinya," ujar Dedi.

Sementara, untuk mengurangi beban para petani yang menderita kerugian akibat sawahnya gagal panen, tambah Dedi, Distanhutbun menyiapkan 165.000 kilogram benih padi yang akan diberikan kepada para petani secara gratis. Bantuan benih padi tersebut, merupakan bantuan dari pemerintah pusat untuk meminimalisir kerugian petani.

Benih yang diberikan periode medio Oktober – Desember 2012 ini, terang Dedi, merupakan upaya pemerintah dalam memberikan jaminan ketersediaan benih padi, serta upaya menstabilkan produk padi diwilayah Kabupaten Purwakarta.

 "Meski selama ini jumlah luasan sawah yang terancam kekeringan dan puso tidak berdampak terhadap produksi padi, tapi kami tetap harus melakukan antisipasi," jelasnya.

Ia menambahkan, alokasi benih padi sebanyak 165.000 kilogram tersebut, disesuaikan dengan luasan sawah yang akan mendapat bantuan. Dimana total sawah penerima bantuan sebanyak 6.600 hektar, dengan setiap hektarnya mendapat 23 kilogram.

 "Jumlah luasan sawah tersebut, pada dasarnya yang terkena dampak kekeringan," tukas Dedi. YAS

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger