' 1.000 Dosen se-Indonesia Dilatih Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » 1.000 Dosen se-Indonesia Dilatih Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi

1.000 Dosen se-Indonesia Dilatih Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi

Written By dodi on Monday, October 29, 2012 | 7:00 AM

DEPOK - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan bakal melatih lebih dari 1.000 dosen di 10 wilayah perguruan tinggi di Indonesia dengan berbagai modul pencegahan dan pemberantasan korupsi. Panduan untuk pendidikan antikorupsi juga telah dibuat KPK bekerja sama dengan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Dikti Kemendikbud).

KPK juga mempunyai buku pegangan yang menjelaskan detail persoalan korupsi di Indonesia. Buku pegangan itu bisa menjadi panduan perguruan tinggi dalam menyusun program-program antikorupsi di kampus hingga menjadi silabus pendidikan untuk mahasiswa. "Mulai dari apa itu korupsi hingga nilai dan prinsip korupsi, seperti ide untuk mengarusutamakan sikap dan budaya antikorupsi di perguruan tinggi,” tutur Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dalam keterangan persnya, baru-baru ini.

Beberapa waktu lalu, unsur pimpinan KPK menggelar dialog dengan Forum Rektor Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia di Jakarta. Pada dialog tersebut, KPK berbagi informasi mengenai kondisi pemberantasan korupsi di Indonesia dan berbagai permasalahannya. Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, perguruan tinggi punya peran penting dalam mendidik dan menciptakan budaya antikorupsi bagi generasi muda.

"Kami (KPK, Red) tentu berkepentingan agar lulusan perguruan tinggi menjadi pribadi tangguh dan berintegritas serta tak mudah terpengaruh perilaku korup, sehingga dapat berperan menjadi penjaga sistem yang baik untuk penegakan hukum dan lembaga penyelenggara negara yang bersih," kata Abraham.

Hingga kini, berbagai data lembaga internasional menyebut korupsi masih menjadi problem utama Indonesia. Data Political and Economic Risk Consultancy (PERC), tahun 2010 Indonesia menempati peringkat pertama negara terkorup dari 16 negara di Asia Pasifik tujuan investasi. Sementara data Transparency International menyebut indeks persepsi korupsi tahun 2010 masih di angka 2,8. Tak beda jauh dengan indeks persepsi korupsi pada tahun sebelumnya.

Abraham mengatakan, pelibatan sejumlah kampus perguruan tinggi mencegah dan memberantas korupsi menjadi penting seiring dengan peta jalan dan rencana strategis KPK. Terlebih lagi, KPK sedang menangani korupsi skala besar, yang antara lain melibatkan pengambil keputusan terhadap kebijakan dan penegak hukum. "KPK mengajak kalangan perguruan tinggi bekerja sama dan bersinergi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi ini," katanya.

Bambang Widjojanto menegaskan, KPK telah menyiapkan panduan khusus bagi kalangan perguruan tinggi dalam program pencegahan dan pemberantasan korupsi. Panduan tersebut bisa digunakan oleh kalangan perguruan tinggi untuk mengenalkan serta mengarusutamakan gerakan antikorupsi di Indonesia.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh, mengatakan para rektor Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia bakal segera mengadopsi pendidikan antikorupsi di kampus masing-masing. Karena itu, dia pun menyambut baik pendidikan antikorupsi yang akan segera dieksekusi oleh perguruan tinggi ini.

Menurutnya, hal seperti ini tidak perlu lagi ditunda mengingat tujuannya yang positif. "Iya, bagus itu ada pendidikan anti korupsi. Sebenarnya, hal ini sudah didorong sejak dulu," kata Nuh seraya menambahkan bahwa pendidikan antikorupsi ini akan diaplikasikan sejak tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Hal ini untuk melatih generasi selanjutnya agar mengikis budaya KKN yang makin lama makin menggerogoti negara ini.

Nuh juga menuturkan bahwa pendidikan antikorupsi ini sebenarnya bisa langsung dijalankan mengingat payung hukum berupa kesepakatan bersama antara pihaknya dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah ditandatangani sejak lama. n"Payung antar kementerian dengan KPK sudah diteken. Sekarang akan dieksekusi oleh kawan-kawan di perguruan tinggi. Mereka juga sudah bertemu dengan ketua KPK mengenai hal ini," pungkasnya. HRS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger