' Warga Dihimbau Jangan Panik Stok Beras di Gudang Bulok Cirebon Masih Aman - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Warga Dihimbau Jangan Panik Stok Beras di Gudang Bulok Cirebon Masih Aman

Warga Dihimbau Jangan Panik Stok Beras di Gudang Bulok Cirebon Masih Aman

Written By dodi on Tuesday, September 11, 2012 | 8:00 AM


CIREBON (LJ)- Kendati musim kemarau tahun ini mengakibatkan ribuan hektar sawah kekeringan dan telah terjadi puso (gagal penen) di wilayah Cirebon, namun hal itu tidak berpengaruh terhadap ketersediaan pangan. Pasalnya, Stok Beras di Subdivre Bulog Cirebon hingga Mei 2013 Mendatang masih aman dan menumpuk di gudang. 
 "Jadi warga jangan khawatir kehabisan beras, karena stok yang dikuasai Bulog saat ini masih enam puluh ribu ton dan akan habis sampai dengan Mei 2013," kata Kepala Bulog Sub Divre Cirebon, Benhur Ngakaimi, kepada LINGKAR JABAR di kantornya, Jalan Pemuda Kota Cirebon, kemarin.
Menurut dia, meskipun pada saat musim gadu ini sebagian lahan padi mengalami kekeringan, penyerapan beras atau gabah ke Bulog masih tetap mengalir dan terbilang normal. Namun, diakuinya ada penurunan antara 20 hingga 30 persen penyerapan pada musim gadu jika dibandingkan dengan musim tanam padi.

Kesiapan stok yang didukung sedikitnya 150 mitra kerja (Rekanan) tersebut, lanjut dia, hingga saat ini masih normal, karena, mereka rata-rata aktif. Ditambahkanya Benhur, bagi Masyarakat yang ingin menjadi rekanan Bulog, sangat mudah sekali tinggal datang ke kantor dan siap menjadi rekanan, maaf mas," kalau tahun sebelumnya saya tidak mengetahui sulitnya menjadi rekanan Bulog,

Bagi petani atau siapapun yang ingin bermitra sebagai pemasok beras atau gabah, proses pencairan pembayaran pun dipercepat, sekalipun sehari sampai 800 hingga 1.000 ton per hari. Pihak bulog akan mencairkan uang bagi pemasok beras dan gabah tersebut

Disebutkan Benhur, sesuai peraturan saat ini, Bulog harus mempersiapkan tiga komoditas, yakni, Beras, gula Pasir dan Kedelai. Sebelumnya, memang petani enggan untuk menanam kedelai, namun pihak Bulog akan selalu mengajak para petani untuk menanam Kedelai. "Petani tak usah takut saat menjual hasil panennya, karena kami menjamin akan ada stabilitas harga," paparnya.

Menyinggung tentang  adanya reaksi dari Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) atas penguasaan gula pasir oleh Bulog, Benhur menyatakan, kekhawatiran APTRI tersebut merupakan hal yang wajar, tetapi campur tangannya pemerintah terhadap gula tersebut pada dasarnya untuk melindungi para petani tebu.

 "Terkait pengadaan tiga komoditas tersebut, Bulog Sub Divre Cirebon akan membuka Bulog Mart yang tersebar di Kabupaten/Kota Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Majalengka," tukasnya. * NAN/HEN (C12)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger