' Walikota Diminta Serius Tangani Pengadaan Buku Postel - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Walikota Diminta Serius Tangani Pengadaan Buku Postel

Walikota Diminta Serius Tangani Pengadaan Buku Postel

Written By dodi on Tuesday, September 4, 2012 | 8:00 AM


BEKASI (LJ) – Terkait pengadaan buku untuk sosialisasi di Bidang Postel, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi yang disinyalir tidak melalui mekanisme dan prosedur, banyak menuai kritik dari sejumlah elemen masyarakat. Mereka mendesak Walikota Bekasi untuk menerapkan pakta integritas yang sudah ditandatangani para pejabat dengan komitmen dan sungguh-sungguh. Desakan itu menguat agar jalannya pemerintahan yang bersih dari KKN dapat terwujud seperti yang terpampang disejumlah baliho Walikota Bekasi.

Menyikapi hal itu, Ketua Umum Barisan Masyarakat Pengabdi Ketahanan Nasional (Bampeknas), Yus Amri berharap, Walikota Bekasi, Rahmat Effendi memerintahkan Inspektorat untuk melakukan audit dan penyelidikan dugaan pelanggaran pada proyek pengadaan buku itu.
“Jika proyek yang nilainya dibawah Rp.100 juta, Walikota Bekasi, Rahmat Effendi seharusnya dapat memperhatikan dan tidak peka,  bagaimana dengan temuan pada proyek-proyek yang nilainya ratusan juta hingga miliaran itu,” ujar Yus kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Menurut Yus, dugaan pelanggaran itu harus serius ditanggapi Walikota karena menggunakan uang rakyat. Selain itu, walikota juga harus mampu menunjukkan kepada masyarakat terkait penerapan jalannya pemerintahan yang bersih. “Saat ini menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), walikota harus mampu menunjukkan kepada masyarakat terkait kinerja para pejabat Kota Bekasi yang saat ini mendapat sorotan tajam,” bebernya.

Apalagi, kata Yus, disebut-sebut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan buku sosialisasi yang juga Kepala Bidang Postel Dishub Kota Bekasi, Iwan Djenewanto banyak tidak sukai oleh para anak buahnya. “Informasinya, sejumlah kepala seksi di bidang postel tidak suka dengan cara dan gaya kepemimpinan Kabidnya. Bisa jadi ketidaksukaan para anakbuahnya itu terkait bagi-bagi rejeki dari proyek yang saat ini dikerjakan,” tandasnya.

Selain dugaan pelanggaran itu, belum didistribusikannya buku sosialisasi yang telah selesai dikerjakan awal bulan Ramadhan lalu juga harus menjadi perhatian serius. “Kalau memang sudah selesai, kenapa tidak langsung disosialisasikan sesuai dengan kegiatan pengadaan buku itu. Daripada menumpuk diruang Kabid,” katanya.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya mendesak Walikota Bekasi, Rahmat Effendi untuk menyikapi dengan serius dugaan pelanggaran dan kinerja Kabid Postel. “Kalau tidak disikapi serius dan diberi sanksi, pelayanan kepada masyarakat dikhawatirkan akan terganggu. Apalagi, diduga ada satu kegiatan yang tidak dikerjakan oleh bidang postel. Sehingga, anggaran APBD 2012 yang telah ditetapkan tidak terserap,” paparnya.

Sementara, Kepala Inspektorat Kota Bekasi, Cucu Syamsudin melaui pesan singkatnya belum bisa memberikan komentar terkait dugaan pelanggaran pengadaan buku sosialisasi. “Saya belum bisa memberikan komentar, tim inspektorat sedang melakukan pemeriksaan reguler di Dishub Kota Bekasi,” paparnya. ARS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger