' Tuding Pemerintah Tak Tegas Pedagang Tutup Paksa Empat Minimarket - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Tuding Pemerintah Tak Tegas Pedagang Tutup Paksa Empat Minimarket

Tuding Pemerintah Tak Tegas Pedagang Tutup Paksa Empat Minimarket

Written By dodi on Thursday, September 20, 2012 | 7:00 AM

CIREBON (LJ)- Tiga minimarket jenis Alfamart dan toko modern Indomart ditutup paksa para pedagang tradisional yang ada di Kota Cirebon. Aksi ratusan pedagang yang tergabung dalam tiga organisasi dan komunitas itu, buntut dari kekesalan mereka terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon dan dinas terkait yang tidak menindak tegas keberadaan minimarket maupun toko modern tersebut.

Massa mengaku berasal dari Ikatan Pedagang Pasar (IPP) Perumnas, Badan Komunikasi Ikatan Pedagang Kaki Lima (BKI-PKL), Forum PKL, serta Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Cirebon. Dalam aksinya, mereka melakukan penggembokan pintu toko dengan menggunakan rantai besi.

 "Bagaimana kami tidak kesal dengan aparat pemerintah, masa ada tempat usaha tak mengantongi ijin atau ilegal dengan skalanya internasional jenis waralaba malah dibiarkan tanpa ditindak tegas," ungkap Muhamad Hasir, Ketua IPP Perumnas kepada LINGKAR JABAR.

Menurut dia, para pedagang tradisional selama ini sudah geram terhadap dugaan adanya aparat dan dinas terkait yang diduga telah membekingi minimarket. Hal itu terbukti dengan tetap beroperasinya sejumlah minimarket, meski telah dinyatakan illegal.

“Bilangnya ditutup, tapi besoknya beroperasi lagi. Kesanya mereka kucing-kucingan,” ujarnya disaat melakukan pengembokan.

Hasir menjelaskan, seminggu ini sedikitnya sudah ada tiga Alfamart dan satu Indomaret yang dilakukan pengembokan. Terlepas keberadaan mereka sudah mengantongi izin ataupun belum.

 “Kami tutup dengan disaksikan oleh Kapolsek Seltim, Danramil dan Satpol PP Kota Cirebon. Yaitu Indomaret Ciremai Raya dan Alfamart Ciremai Raya, sudah ditutup. ASkan menyusul kemudian Alfamart Gunung Lawu dan Alfamart Perempatan Ciremai Raya. Bila nanti mereka buka lagi, maka dipastikan Satpol PP bermain dengan pengusaha nakal, karena kunci gemboknya hanya ada di Satpol PP,” paparnya.

Hal senada juga di ungkapkan Ketua BKI PKL, Hendi, pihaknya berjanji tidak akan mengakui Perwali 23 tahun 2010, karena peraturan itu dinilai cacat hukum.

Sementara, Kabid Perdagangan Dalam Negeri pada Disperindagkankop Kota Cirebon, Edi Tohidi, mengatakan, hal yang mendorong pedagang tradisional menutup minimarket adalah karena tidak adanya kesepahaman dalam cara pandang. Dinas yang memberikan izin mengacu kepada Perwali 23 tahun 2010 sedangkan pedagang mengacu dan berpedoman kepada Surat Kesepakatan Bersama 2006. 
 “Ini jelas berbeda, makanya di lapangan sering terjadi benturan,” kilahnya.

Edi mengakui, dalam kaitan ini pihaknya mengalami dilemma. Karena sebenarnya hanya satu Indomaret, yang tidak berizin, sedangkan Alfamart sudah mengantongi izin.  “Kalau Indomaret keberadaannya kami akui ilegal tanpa ada izin, karena pindahan dari Kelurahan Larangan,” pungkasnya.   

Pantauan dilokasi, aksi dimulai ketika sejumlah pedagang berkumpul di Pasar Perumnas sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka membentangkan spanduk berisi kata-kata penolakan terhadap keberadaan minimarket. Namun, dengan alasan khawatir ada provokator, Kapolsek Seltim, Kompol Sutisna, meminta agar perwakilan dari IPP Perumnas saja yang melakukan penggembokan secara simbolis di tiga Alfamart dan satu Indomaret tersebut.

Aksi massa tersebut, selain disaksikan  Kapolsek Seltim, Kompol Sutisna, juga disaksikan Kabag Ops Polres Cirebon Kota, Kompol Wawan, Danramil Harjamukti, Ngadiono, serta Kasie PPNS Satpol PP, Agus Sulaeman. HEN(C12).

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger