' TP PKK Jabar Berjuang Tekan Kematian Ibu dan Bayi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » TP PKK Jabar Berjuang Tekan Kematian Ibu dan Bayi

TP PKK Jabar Berjuang Tekan Kematian Ibu dan Bayi

Written By dodi on Monday, September 24, 2012 | 7:00 AM

BANDUNG - Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jabar, Netty Prasetiyani Heryawan menyatakan bakal melibatkan sejumlah instansi, seperti kader PKK/posyandu, pemerintah, termasuk tokoh masyarakat, dalam melaksanakan program Expanding Maternal and Neonatal Survival (EMAS).

Netty berpandangan, melalui peran masing-masing instansi, proses persalinan atau kesehatan ibu hamil bisa tertangani secara baik. Misalnya, saat si ibu akan melahirkan, proses pertama adalah keterlibatan tokoh masyarakat. Lalu saat di perjalanan, tentunya pemerintah harus menyiapkan infrastruktur memadai.

"Nah, saat di puskesmas atau rumah sakit, tentunya harus punya sumber daya manusia yang profesional untuk penanganan yang baik dan tepat," kata istri Gubernur Jabar Ahmad Heryawan kepada wartawan di sela-sela diskusi 'Program EMAS' di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, akhir pekan kemarin.

Kalau keterlibatan setiap instansi bisa maksimal, kata Netty, angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian neonatal (AKN) atau bayi bisa dikurangi. Pemprov Jabar akan terus berupaya menciptakan SDM berkualitas dan profesional.

"Melalui program EMAS ini, prosedur penanganan ibu hamil atau melahirkan bisa berjalan mulus, mulai dari rumah, perjalanan, hingga proses persalinan. Jika semua proses berjalan baik, insyaallah AKI dan AKN di Jabar bisa dikurangi," tuturnya.

Sementara itu, Provinsial Team Leader EMAS Pemprov Jabar Joko H Soetikno mengaku angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian neonatal (AKN) atau bayi di Jabar cukup tinggi. Kondisi tersebut disebabkan jumlah penduduk di Jabar terbanyak di Indonesia.

"Kami mencatat sejak tahun 2006 hingga 2011, jumlah AKI saat melahirkan di Jabar mencapai 700 sampai 800 orang per tahun. Sementara untuk bayi yang meninggal saat dilahirkan mencapai 4.000 sampai 5.000 per tahun. Dalam setiap tahun ibu melahirkan di Jabar mencapai 1 juta orang," kata Joko.

Joko menyatakan, penyebab AKI dan AKN ada yang disebabkan kurang profesionalnya tenaga medis, khususnya di pedesan yang menggunakan paraji. Namun angkanya sudah relatif menurun karena tenaga medis di Jabar sudah memadai.

"Penyebab terbanyak kematian bayi saat dilahirkan adalah karena karena sesak nafas, infeksi, dan berat badan saat lahir terlalu rendah atau prematur. Hal ini tentu saja menjadi perhatian serius kami," jelasnya. FER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger