' Teroris dari Solo Dibekuk di Depok - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Teroris dari Solo Dibekuk di Depok

Teroris dari Solo Dibekuk di Depok

Written By dodi on Thursday, September 6, 2012 | 8:00 AM


DEPOK - Tim gabungan Detasemen Khusus 88 dan Gegana Antiteror Kepolisian RI (Polri) membekuk satu orang terduga teroris, Firman (19) di Depok, kemarin pagi. Penangkapan terduga teroris ini diwarnai salakan senjata api empat kali. Firman dituduh menjadi salah satu pengatur skenario dalam serangkaian aksi penembakan sejumlah polisi di Solo. 

Firman diciduk dari persembunyiannya di Perumahan Taman Anyelir 2, Blok E-1 Nomor 1, Kelurahan Kalimulya, Cilodong, Depok, Jawa Barat, kemarin pagi sekitar pukul 05.00 WIB. "Dia baru datang kemarin siang dari Solo," kata Camat Cilodong, Marjaya, di lokasi penangkapan Firman.

Menurut Marjaya, rumah ini milik keluarga tersangka, yakni Empong, 37 tahun, dan Nasuha, 40 tahun. Firman adalah keponakan Empong dari Solo. "Dia mendatangi keluarganya dengan alasan libur bekerja," katanya seraya menambahkan saat penggerebekan, keluarga Nasuha sedang tertidur. 

Satpam Perumahan Taman Anyelir, Mursyid, yang menyaksikan penggerebekan itu, kaget dengan penangkapan tersangka teroris itu. Menurut Mursyid, Tim Densus 88 datang ke lokasi pada Selasa malam (4/9) sekitar pukul 23.30 WIB. "Kami langsung mengizinkan karena melihat mereka dari petugas Densus 88," katanya.

Menurut Mursyid, tim gabungan terdiri dari 30 orang bersenjata laras panjang lengkap dengan tamengnya. Mereka mengidentifikasi dan menyelidiki setiap rumah. "Mereka mengintai sampai pukul 04.30 WIB dan pasukan juga ditambah sekitar 20 orang," katanya. Kemudian pada pukul 05.00 WIB, petugas langsung menggerebek. 

Sekitar 20 menit penggerebekan, tim meringkus satu orang. "Ada empat kali tembakan dan suara teriakan Ibu Empong," katanya. Menurut Mursyid, pelaku langsung dibawa tim gabungan dengan mobil yang sudah disiapkan. "Saya melihat dari jarak jauh dia diseret keluar dan dinaikkan ke mobil," katanya. 

Dalam siaran persnya, Mabes Polri menyatakan bahwa Firman memiliki peran cukup penting dalam serangkaian aksi teror di Solo bersama Farhan dan rekan-rekannya. "Tersangka ikut proses penentuan sasaran. Kemudian, penyiapan serangan petugas, ikut melakukan pelatihan. Pelatihan yang dilakukan di wilayah Gunung Merbabu, Boyolali," ujar Kabiro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen (Pol) Boy Rafli Amar.

Boy menjelaskan, seusai mengikuti pelatihan militer di Gunung Merbabu, Firman ikut melakukan survei bersama Bayu untuk menentukan target penembakan di Solo. Pengamatan dilakukan keduanya menggunakan sepeda motor. "Setelah latihan, mereka mulai melakukan aksinya untuk survei. Firman ikut bersama Bayu dan melakukan kegiatan pengamatan terhadap target-target yang akan dilakukan penyerangan oleh kelompok ini," lanjut Boy.

Bahkan, dalam penembakan di Pos Pengamanan Lebaran pada 17 Agustus 2012, Firman bertugas membonceng Farhan menggunakan sepeda motor. Sementara Mukhsin dan Bayu melakukan pengamatan di sekitar lokasi dengan menggunakan sepeda motor berbeda. Firman juga membonceng Farhan saat melakukan aksi penembakan di Pos Polisi Singosaren Solo pada 30 Agustus 2012. 

Adapun Farhan yang melakukan penembakan hingga tewasnya Bripka Dwi Data Subekti. "Peristiwa tanggal 30, Firman yang membonceng. Sementara keterangan yang kita peroleh demikian. Yang melakukan penembakan si Farhan menggunakan senjata yang dia pegang," terang Boy.

Sebelumnya, polisi juga berhasil menangkap tiga orang terduga teroris yang diduga terlibat dalam aksi teror di Solo. Dua orang tewas dalam baku tembak dengan Detasemen Khusus 88 Antiteror di Jalan Veteran, Solo, Jumat (31/8) malam. Mereka adalah Farhan dan Mukhsin. Dalam penangkapan tersebut, seorang anggota Densus 88 juga turut tewas, yakni Briptu Suherman.

Sementara itu, seorang terduga teroris lainnya, Bayu (24), ditangkap dalam keadaan hidup di Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (31/8/2012) malam. Farhan, Mukhsin, dan Bayu diduga kuat bertanggung jawab dalam tiga aksi penyerangan terhadap pos pengamanan dan pos polisi di Solo selama bulan Agustus 2012.

Pertama, aksi penembakan di Pospam Simpang Gemblengan, Jumat (17/8/2012). Kedua, di Bundaran Gladak, Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (18/8/2012). Pada kejadian tersebut, dua polisi terluka. Kemudian, yang terjadi di Pos Polisi Singosaren, Jalan Rajiman Serengan, Solo, Kamis (30/8/2012), yang menewaskan seorang anggota kepolisian bernama Bripka Dwi Data Subekti. HRS/CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger