' Terkait Pembelian Kapal Keruk Miliaran Bantuan Provinsi Jabar Dinilai Mubazir - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Terkait Pembelian Kapal Keruk Miliaran Bantuan Provinsi Jabar Dinilai Mubazir

Terkait Pembelian Kapal Keruk Miliaran Bantuan Provinsi Jabar Dinilai Mubazir

Written By dodi on Tuesday, September 11, 2012 | 8:00 AM


KAB CIREBON (LJ)- Duit miliaran rupiah yang digelontorkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jawa Barat (Jabar) beberapa tahun lalu untuk membeli kapal keruk dinilai mubazir dan hanya membuang anggaran saja. Kenapa, karena kondisi kapal keruk yang rencananya akan digunakan untuk memperlancar lalulintas perahu nelayan di Kabupaten Cirebon sudah tak bisa dimanfaatkan atau digunakan lagi. ironisnya, keberadaan kapal keruk yang kini terdampar di perairan Pantai Gebang tak ubahnya seperti benda museum, karena dibiarkan begitu saja.

 "Kapal keruk tersebut sebenarnya tidak ada persoalan, tetapi biaya operasionalnya yang sangat berat. Seharusnya sekarang perlu perbaikan berat karena sudah enam tahun lebih," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislakan) Kabupaten Cirebon,  Nunung Siti Surjannah, Kemarin.

Menurut dia, setiap tahun seharusnya dilakukan perbaikan kecil, namun anggaran dari APBD Kabupaten Cirebon tidak memungkinkan. Sementara untuk perbaikan biayanya bisa mencapai ratusan juta rupiah. 

 "Kami sudah mengusulkan anggaran perbaikan kepada Pemkab Cirebon, tapi belum juga dapat. Padahal kapal keruk tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Ditanya kemungkinan disewakan, Nunung menyatakan hal itu bisa saja. Akantetapi bila kondisi kapalnya seperti itu, siapa yang berani menyewa, lain lagi jika si penyewa itu siap memperbaiki sendiri tidak apa-apa. "Kita terkendala dari sisi perbaikan. Bahkan, Dewan pernah mewacanakan untuk dijual saja, itu sebetulnya tidak ada persoalan, tetapi andai saja dapat anggaran rutin untuk perbaikan justru akan lebih bermanfaat bagi masyarakat nelayan," ujarnya.

Diakui Nunung, kalau di wilayah Kabupaten Cirebon itu muaranya sangat banyak, kendala bagi nelayan pasti sedimentasi sehingga kapal-kapal mereka kandas sebelum mencapai sungai. Kondisi seperti itu memerlukan pengerukan secara rutin, minimal setahun sekali.

Berawal dari persoalan tersebut, lanjutnya, Dislakan mengusulkan anggaran untuk pengerukan muara beserta sungainya kepada Pepmprov Jabar. Dari usulan tersebut, pihaknya yang semula hanya menginginkan anggaran pengerukan secara rutin, malah sekitar tahun 2005, Provinsi memberinya sebuah kapal keruk.  "Saya waktu itu mengusulkan anggaran untuk dikeruk, tetapi provinsi malah memberi kapal keruk," paparnya.

Ia menambahkan, tugas mengeruk sebenarnya bukan satu-satunya dilakukan Dislakan, instansi terkait lainnya pun melakukan pengerukan, karena sedimentasi sangat tinggi tetap saja terjadi pendangkalan di muara. "Berbeda dengan Indramayu yang KUD (Koperasi Unit Desa) nya luar biasa, anggotanya mampu secara rutin mengunpulkan iuran buat pengerukan sungai, sehingga untuk pelaksanaan pengerukan secara rutin tidak ada kendala," tukasnya. GYO/HEN (C.12)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger