' Terkait Kematian Pegawai Pengelola Taman Safari Indonesia Bisa Dipidanaka - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Terkait Kematian Pegawai Pengelola Taman Safari Indonesia Bisa Dipidanaka

Terkait Kematian Pegawai Pengelola Taman Safari Indonesia Bisa Dipidanaka

Written By dodi on Tuesday, September 4, 2012 | 8:00 AM

KAB. BOGOR (LJ) –  Pengelola Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua Bogor bisa dibawa ke ranah pidana terkait tewasnya karyawan TSI di bagian kandang macan yang terjadi belum lama ini. Pasalnya, kasus ini merupakan sebuah kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. 

Demikian dikatakan Pakar Hukum Universitas Pakuan, (Unpak) Bogor, Bintatar Sinaga, kepada wartawan di Bogor, kemarin “Jika dilihat dari aspek hukum, yakni mengacu pada pasal 359 KUHP, tentang Kelalaian yang mengakibatkan orang lain meningal dunia, itu jelas bisa dipidanakan oleh pihak keluarga korban,” jelasnya.

Menurut dosen Fakultas Hukum Unpak tersebut, pasal 359 KUHP yang berbunyi, Barangsiapa karena kealpaannya menyebabkan matinya orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau kurungan paling lama satu tahun, khususnya terhadap kasus kecelakaan.

“Yang menjadi pertimbangan, bahwa kasus TSI itu dapat dikategorikan sebagai tindak pidana kasus kecelakaan atau kelalaian. Untuk itu, pihak pengelola TSI bisa diminta pertanggungjawabkan oleh pihak keluarga korban,” ujarnya

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, Runaidi (32) tahun, seorang petugas kebersihan kandang macan di TSI Cisarua Bogor meninggal dunia setelah diterkam Harimau Sumatara (Panthera Tigris Sumatra), saat membersihkan kandang harimau langka tersebut pada Jum’at (17/08).

“Memang benar ada salah satu petugas kebersihan di kami yang meninggal dunia akibat diterkam harimau Sumatra beberapa hari lalu,” kata Kepala Bagian Humas TSI, Yulius Hardo, saat dikonfirmasi. Menurutnya, insiden meninggalnya salah satu pegawainya ini murni musibah. Sehingga pihak TSI telah melakukan upaya negosiasi dengan pihak keluarga agar persoalan ini tidak dibawa ke proses hukum.

“Keluarga sudah mengikhlaskan kepergian almarhum yang sesungguhnya beliau itu juga bagian dari TSI. Bahkan lebih dari itu, almarhum itu adalah teman, sahabat kami di sini, dan kami juga merasa sangat kehilangan keprgian beliau. Untuk itu kami (TSI) telah sepakat untuk menyelasaikan persaolan ini secara kekeluargaan,” ungkapnya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun wartawan menyebutkan, Junaedi, adalah warga Kampung Pakancilan RT03/RW03, Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, Puncak Kab.Bogor. Korban pertama kali ditemukan dalam kondisi mengenaskan tengah dimangsa Harimau Sumatera yang ada dalam kandang pada Jum'at (17/08) pagi.

Korban pertama kali ditemukan oleh sang pawang (pelatih) harimau saat membuka kandang untuk melakukan persiapan sebelum memulai aski pentas di arena sirkus harimau TSI. Karena lukanya sudah sangat parah akhirnya nyawa korban tidak mampu terselamatkan. AME

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger