' Terkait Dugaan Pencemaran Udara Bupati Bogor Mengecewakan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Terkait Dugaan Pencemaran Udara Bupati Bogor Mengecewakan

Terkait Dugaan Pencemaran Udara Bupati Bogor Mengecewakan

Written By dodi on Tuesday, September 4, 2012 | 8:00 AM

KAB.BOGOR (LJ) - Pantas saja jika selama ini warga Kampung Kamurang Desa Citereup, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, memilih untuk tidak mempercayai lagi jajaran Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor terkait dengan hujan debu hitam yang mengguyur wilayah mereka. Sebab meski sudah beberapa kali mengeluh pada aparatur pemerintahan, namun Pemkab Bogor tak pernah merespon keluhan warganya, bahkan seperti tak berkutik tatkala menghadapi PT.Indocement Tunggal Prakarsa (ITP), pemilik pabrik semen Tiga Roda yang dituding warga sebagai biang keladi munculnya debu hitam ke kampung Kamurang.

Indikasi ketidakberdayaan Pemkab Bogor itu terlihat dari tidak ditepatinya pernyataan Bupati Bogor Rachmat Yasin yang telah menegaskan akan menurunkan tim untuk mengecek dugaan pencemaran udara di pemukiman warga di sekitar pabrik Indocement. Padahal, saat menghadiri kegiatan Hahal Bihalal PN (Pengadilan Negeri) Cibinong, kepada LINGKAR JABAR, Bupati Yasin mengatakan, dirinya akan menginstruksikan petugas BLHD (Badan Lingkungan Hidup Daerah) mengecek ke lokasi pabrik maupun ke Kampung Kamurang yang tercemar debu hitam pada Senin (3/9).

Namun ucapan Bupati Yasin ternyata hanya omong kosong dan cenderung asal menjawab pertanyaan wartawan. Buktinya, tak satupun aparatur Pemkab Bogor, termasuk dari BLHD, yang datang ke Kampung Kamurang maupun pabrik Indocement. Dari pantauan LINGKAR JABAR dan keterangan warga, sejak pagi sampai Senin sore, tidak ada satupun staf atau pejabat Pemkab Bogor yang datang ke Kamurang, apalagi mengecek ke lokasi pabrik semen yang dituding warga setempat sebagai sumber debu hitam. Hal ini pun mengundang kekecewaan kalangan warga.

Seperti diakui Mamad (52), Ketua RT 04/02, Kampung Kamurang, selama terjadinya pencemaran udara yang diduga dari lokasi pabrik dengan menghujani debu hitam kelingkungan warga, belum pernah ada dari pihak pemerintah maupun BLHD turun melakukan pengecekan. "Yang kami ketahui sampai ramainya masalah pencemaran ini, tak ada dari pemerintah daerah yang turun melakukan pengecekan ke lokasi pabrik atau lingkungan warga hingga sekarang," ujarnya saat dihubungi LINGKAR JABAR.

Padahal, kata dia, dari perusahaan sudah turun ke lokasi dan memberikan bantuan berupa pengobatan gratis terhadap ratusan warga sekitar pabrik, terutama di lingkungan Rukun Tetangga RT.01 sampai 06 di wilayah RW 02. "Walaupun saat ini kondisi pencemaran debu hitam sudah mulai tak terlihat lagi. Tapi kami harapkan pemerintah melakukan kroscek dan mengambil sempel debu hitam tersebut untuk mengetahui bahaya atau tidaknya terhadap kesehatan warga," ucap Mamad seraya menyayangkan sikap Bupati Bogor yang tidak menepati kata-katanya.

Sementara, Erlina Permana, Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Lingkungan pada BLHD Kabupaten Bogor mengaku jika pihaknya sudah mengetahui adanya keluhan warga terhadap pencemaran udara itu. Akan tetapi untuk melakukan pengecekan ke lokasi pabrik dan lingkungan warga, sampai sekarang masih belum ada waktu. "Sekarang, semua staf pengendalian sedang melakukan pengecekan ke lokasi pencemaran di dua wilayah, yaitu Kecamatan Babakanmadang dan Cileungsi," katanya.

Anehnya, Erlina mengaku tak bisa menjadwalkan kapan anakbuahnya akan turun ke Kampung Kamurang untuk mengambil sampel debu yang dikeluhkan warga. Alasannya, karena harus berkoordinasi terlebih dulu dengan pihak laboratorium milik pemerinta dan laboratorium independen. "Ya, kalau mau turun ke lokasi untuk mengambil sampel debu harus didampingi petugas dari laboratorium tersebut. Makanya tergantung petugas lab, bisanya kapan," jelas Erlina. DED
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger