' Terkait DAK, Sejumlah Kepsek Dipanggil Kejari Cibadak - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Terkait DAK, Sejumlah Kepsek Dipanggil Kejari Cibadak

Terkait DAK, Sejumlah Kepsek Dipanggil Kejari Cibadak

Written By Prast on Friday, September 7, 2012 | 6:30 PM

SUKABUMI (LJ) - Sejumlah kepala sekolah dasar pada dinas pendidikan kabupaten Sukabumi dimintai keterangan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibadak, Sukabumi, terkait dugaan penyalahgunaan dana alokasi khusus (DAK) untuk pengadaan buku pengayaan, refrensi, buku panduan pendidikan dan alat peraga pendidikan serta pengadaan alat laboratorium bahasa multimedia.

Menurut informasi diterima LINGKAR JABAR pada kantor Kejari, mereka yang dipanggil ini, sifatnya masih sebagai saksi. Mereka dipanggil untuk dimintai keterangan terkait adanya dugaan penyalahgunaan dana DAK tahun anggaran 2010 lalu. "Pemanggilan mereka sudah dilakukan sekitar bulan Agustus 2012," kata sumber wartawan, Kamis.

Menanggapi hal ini Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Cicurug, Suhendar T mengatakan, pihaknya memang mendengar adanya pemanggilan sejumlah para kepala sekolah terkait dugaan penyimpangan dana DAK. Tetapi sampai sejauh ini, pihaknya belum mendapat informasi lengkap bahkan pihak dinas sendiri sampai sekarang belum pernah dipanggil untuk dimintai keterangan. "Hal ini berarti kita aman untuk masalah tersebut," ujarnya.

Pengertian yang dia maksud adalah sekolah-sekolah yang berada dibawah naungan UPT Pendidikan Kecamatan cicurug. "Saya sangat bersyukur, sampai sekarang dilingkungan saya tidak ada satupun dari sekolah yang dipanggil pihak kejaksaan," ucapnya Kepada LINGKAR JABAR Kamis (06/09). Seraya menambahkan, kalaupun memang ada hal seperti itu, pasti diantara pihak sekolah akan memberikan informasi kepadanya.

Dalam keterangannya, Suhendar mengaku setuju bila dana DAK fisik pembangunan sekolah khususnya untuk pembangunan ruang kelas baru (RKB). ”Saya pembangunan RKB atau pembangunan yang lainnya,tidak diberikan pekerjaan mengelola proyek, sebaiknya serahkans aja kepada pihak kontraktor atau diswakelolakan," jelasnya.

Pihaks ekolah lanjutnya, cukup mengurusi masalah pendidikan, demi masa depan anak bangsa. "Kalau pihak sekolah dibebankan mengurus masalah, saya khawatir, perhatiannya akan terbagi dua dan mereka jadi tidak fokus dalam mengajar," tandasnya. (HEP)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger