' Tanggulangi TBC, Dinkes Garut Libatkan Pihak Swasta - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Tanggulangi TBC, Dinkes Garut Libatkan Pihak Swasta

Tanggulangi TBC, Dinkes Garut Libatkan Pihak Swasta

Written By dodi on Monday, September 17, 2012 | 8:00 AM


GARUT - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut melibatkan pusat-pusat layanan kesehatan yang dioperasikan pihak swasta dalam upaya menanggulangi penyakit Tubercolosis (TBC) Paru di Kabupaten Garut, 

Diharapkan, langkah tersebut selain menambah jejaring penanganan TB paru seperti telah terbentuk melalui puskesmas-puskesmas, pusat-pusat layanan kesehatan dikelola swasta itu dapat secara optimal menggunakan obat TB paru terstandar hingga tak membebani pasien penderita TB paru.

Pihak Dinkes mencatat, bahwa sampai saat ini masih ada praktik-praktik layanan kesehatan swasta tidak menggunakan obat standar untuk TB paru. Obatnya cenderung mahal. Padahal kebanyakan penderita TB paru di Garut ini dari kalangan ekonomi lemah. 

"Sebab obat mahal, tak sedikit pasien akhirnya tak melanjutkan pengobatannya. Ini berbahaya, baik bagi dirinya maupun orang lain," papar Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit pada Dinkes Garut Tatang Wahyudin dalam keterangan persnya, baru-baru ini.

Menurutnya, pasien yang drop out atau mangkir pengobatan akan mengakibatkan resistensi terhadap obat, dan berpotensi menularkan penyakit TB parunya kepada orang lain. Jika kondisi penderita sudah mencapai resistensi obat atau Multi Drug Resistence akibat tidak teratur berobat, biaya penyembuhannya mahal, mencapai sekitar Rp200 juta. 

Itu pun tidak bisa ditangani di Garut melainkan di Bandung. "Jika terjadi kasus mangkir pasien TB paru, di puskesmas sudah ada petugas biasa melakukan pelacakan. Sedangkan di praktek layanan kesehatan swasta, sejauh ini belum ada laporan ke kita," ujar Tatang.

Dia menyebutkan, Dinkes baru menjaring kerja sama dengan sekitar 7% dari sebanyak 289 pusat layanan kesehatan swasta di Kabupaten Garut. Jumlah Puskesmas di Kabupaten Garut sendiri mencapai sebanyak 65 puskesmas, dan Puskesmas pembantu sebanyak 139 unit.

Dia berharap dapat merangkul semua layanan kesehatan swasta di Kabupaten Garut. Hal itu agar swasta dapat optimal memberikan obat standar kepada pasien TB paru sehingga tidak membebani pasien. "Obat untuk TB paru di praktik swasta ke depannya gratis seperti di puskesmas. Obat TB paru kita kirim ke sana. Namun karena praktik swasta juga harus hidup, mereka masih diperbolehkan memungut biaya sebagai jasa layanan, konseling, pemeriksaan laboratorium, atau obat tambahan," ujarnya.

Sebelumnya, pihak Dinkes mencatat di Kabupaten Garut ditemukan 835 kasus positif TB Paru. TB paru merupakan penyakit kronis dan menular disebabkan mycobakterium tuberculosis (TB). Penularannya melalui udara jika penderita batuk, bersin, meludah, atau berbicara sehingga bakteri TB dilepaskan ke udara. 

Penderita TBC Paru dengan BTA Positif dapat menularkan kepada 10 orang di sekitarnya. BTA Positif, artinya dalam parunya terdapat bakteri TB. Dinkes Garut mencatat sepanjang 2011 lalu, terdapat sebanyak 1.724 temuan kasus (case detection rate/dcr) TB paru dengan BTA positif sebanyak 1.724 (67,10%) kasus, dari sebanyak 12.950 suspect TB Paru terperiksa. 

Pada 2010, temuan kasus TB Paru (BTA +) sebanyak 61,13%, dan pada tahun sebelumnya ditemukan sebanyak 63,1% kasus TB Paru (BTA +). Populasi penduduk Garut sendiri sekitar 2.417.414 jiwa. Dinkes Garut pun menyikapi positif peningkatan temuan kasus TB Paru tersebut. BDN
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger