' Tanaman Palawija Kekeringan Ancaman Puso di Kabupaten Kuningan Meluas - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Tanaman Palawija Kekeringan Ancaman Puso di Kabupaten Kuningan Meluas

Tanaman Palawija Kekeringan Ancaman Puso di Kabupaten Kuningan Meluas

Written By dodi on Monday, September 24, 2012 | 7:00 AM

KAB KUNINGAN (LJ)- Musim kemarau yang melanda Kabupaten Kuningan beberapa pekan lalu ditahun 2012 membuat para petani merugi. Pasalnya, sekitar 12 Hektar (Ha) tanaman padi para petani dalam hamparan sawah daerah irigasi di Desa Padarek, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, dalam sebulan terakhir berturut-turut telah mengalami kematian dan puso akibat kekeringan. Bahkan, tanaman ubi jalar dan beberapa jenis tanaman palawija lainnya dalam hamparan lahan tersebut, kini sudah banyak yang layu daun terancam mati kekeringan.

Seperti dikatakan, Kepala Desa Padarek, Sarkum, saat meninjau kondisi tanaman padi dan palawija, hal itu terjadi karena volume air di sumber air irigasinya sudah menurun drastis. Mereka menerangkan, sekitar 40 Ha areal sawah penduduk di desanya, selama ini mengandalkan pasokan air dari irigasi Cikadu di Kecamatan Jalaksana.

"Bila musim kemarau, air dari irigasi Cikadu itu biasa dipasok secara giliran terjadwal mengairi areal pertanian di beberapa desa. Desa Padarek, sementara ini mendapat jatah dua kali seminggu dengan lama pasokan per satu kali giliran rata-rata hanya 12 jam dan hanya mampu mengaliri area pertanian maksimal seluas 2 Ha," ungkapnya kepada wartawan.

Sementara areal lahan persawahan seluas lebih kurang 40 Ha tersebut tadi, tutur Sarkum, saat ini sebagian besar berisi tanaman padi dan palawija dalam usia pertumbuhan yang masih sangat membutuhkan dukungan lahan basah terus menerus.

"Namun karena keterbatasan pasokan air, akhirnya tanaman padi dan palawija pada areal seluas itu secara berturut-turut belakangan ini banyak yang mati kekeringan. Bahkan, belasan hektare tanaman padi di antaranya seluas 5 Ha di Blok Manis dan 7 Ha di Blok Dalem, sekarang sudah puso," ujar Sarkum.

Sarkum menambahkan, untuk mencegah hal serupa terjadi lagi pada musim kemarau berikutnya, pihaknya telah mengusulkan bantuan kepada Pemkab Kuningan, melalui Camat Kuningan. Di antaranya mengusulkan pembuatan bendungan di daerah hulu sumber air irigasi Cikadu, atau membuat sumur artesis.

Usulan tersebut, baru-baru ini telah disampaikan pula Camat Kuningan Hj. Eni Sukarsih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan.

Sementara, Sekretaris BPBD, Sri Ucu Sukmawati menambahkan, baru-baru ini pihaknya juga telah menerima laporan serta usulan penanggulangan kasus kekeringan lahan pertanian dari 15 kecamatan lainnya.

 "Kami berharap tidak terjadi gagal panen atau puso lagi di wilayah ini. Karena kasihan juga para petani kalau harus merugi terus," tukasnya. YAS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger