' Sindikat Pemalsu BPKB di Jabar Diburu Polisi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Sindikat Pemalsu BPKB di Jabar Diburu Polisi

Sindikat Pemalsu BPKB di Jabar Diburu Polisi

Written By dodi on Monday, September 3, 2012 | 8:00 AM

BANDUNG - Menyusul upaya pemberantasan aksi kriminalitas pemalsuan STNK dan BPKB di lingkungan Polda Jabar, kantor Samsat Bandung Tengah berhasil membongkar aksi jahat sindikat pemalsuan Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Kasus ini terungkap saat seorang pemilik kendaraan akan memperpanjang STNK lima tahunan di Samsat Bandung Tengah, Sabtu (1/9). Untuk menguak siapa dalang dan pelakunya, tim Polda Jabar kini tengah menyelidikinya.

Perwira Administrasi (Pamin) Samsat Bandung Tengah Ipda Pol Mukti Ningsih menyebutkan sindikat itu terungkap setelah pihaknya mengecek secara fisik dan mendata kendaraan dengan sistem komputerisasi kendaraan yang akan melakukan perpanjangan STNK.
"Kita sudah menyita empat unit kendaraan dengan BPKB aspal (asli tapi palsu). Semuanya terbukti kalau legalitasnya dipalsukan," katanya kepada wartawan, Minggu (2/9).

Dia mengungkapkan, hal ini dialami salah satu pemilik kendaraan Ahmad yang membeli satu unit kendaraan Isuzu Panther LS tahun 2001 dengan Nomor Polisi (Nopol) D 16 DO dari seseorang di Purbalingga Jateng. Saat akan membayar pajak, petugas mencurigai BPKB yang dibawa Ahmad.

Kecurigaanpun petugas pun terbukti setelah dilakukan pengecekan, baik secara fisik maupun legalitas data. ternyata BPKB milik Ahmad aspal, dan salah satu indikasinya yakni dari pejabat yang harus menandatangani BPKP pada tahun 2002 pada BPKB yang asli ditandatangani oleh Kombes Pol Rahmat Sidharta (saat itu menjabat Dirlantas Polda Jabar).

Tetapi pada BPKB aspal ditanda tangani oleh Kombes Pol Sulistiono (yang pada tahun 2002) belum menjabat Dirlantas Polda Jabar.
"Kejangggalan lain dari Nopol. Nopol pada kendaraan isuzu Panther milik Ahmad D 16 DO, padahal nopol tersebut sesuai data yang ada pada sistem komputer Samsat diperuntukkan bagi kendaraan Vios," paparnya.

Untuk itu, sesuai dengan himbauan Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Jabar, tambah Ipda Mukti, kepada masyarakat yang akan membeli kendaraan terutama kendaraan second (bekas) diminta agar terlebih melakukan pengecekan terlebih dahulu ke Samsat terdekat, agar identitas kendaraan yang akan dibeli jelas identitas dan legalitasnya.

"Saat ini kendaraan dan BPKB aspal tersebut ditahan di Samsat Bandung Tengah untuk penyelidikan lebih lanjut. Dan kasus ini akan dilimpahkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar guna membongkar sindikat yang telah merugikan masyarakat pemilik kendaraan bermotor itu," pungkas Ipda Mukti. HER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger